Banyuwangi (ANTARA News) - Aktivitas vulkanik Gunung Raung berangsur-angsur menurun dalam beberapa hari terakhir ini, namun warga di sekitar lereng gunung api tersebut tetap diminta waspada karena abu vulkanik menutup puncak gunung berketinggian 3.332 meter tersebut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Raung di Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Balok Supriyadi, Jumat, menjelaskan bahwa secara visual puncak Gunung Raung sangat mudah diamati sepanjang hari ini karena kondisi cuaca di sekitar gunung api tersebut sangat cerah.

Namun, ia mengemukakan, dari pengamatan visual tersebut bisa mengamati bila puncak Gunung Raung tertutup tebal abu vulkanik yang diperkirakan hasil dari peningkatan kegiatan vulkanik sejak Rabu (15/12).

"Menumpuknya abu vulkanik di bagian puncak Gunung Raung itu yang kini patut diwaspadai bila ada angin kencang di sekitar puncak gunung tersebut," kata Balok Supariyadi.

Berdasarkan catatan seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Raung di Mangaran, kegempaan yang ditimbulkan akibat aktivitas gunung api Raung terlihat mulai menurun bila dibandingkan dengan tingkat kegempaan beberapa hari sebelumnya.

Sejak 15 - 22 Desember gempa vulkanik B mencapai di atas 25 kali dalam sehari. Namun, sejak Kamis (23/12) hingga Jumat tingkat kegempaan hanya sebelas kali dalam sehari, sedang gempa tektonik jauh, gempa tremor, dan gempa vulkanik A, tidak tampak terjadi.

Balok Supriyadi mengimbau, agar warga di sekitar lereng Gunung Raung yang meliputi wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo, tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan abu kembali.

"Saat ini puncak Gunung Raung dipenuhi abu vulkanik yang setiap saat bisa menghujani wilayah sekitar gunung ini," katanya.

Pemertintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah membagikan masker ke warganya yang tinggal di daerah terdekat dengan Gunung Raung, seperti Kecamatan Songgon dan Glenmore.
(ANT/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010