Kasus aktif COVID-19 harian turun, Menkominfo imbau tetap jaga prokes

Kasus aktif COVID-19 harian turun, Menkominfo imbau tetap jaga prokes

Ilustrasi masker anak (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate mengimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) meski Indonesia telah berhasil menurunkan angka kasus aktif COVID-19 harian hingga berada di bawah 100 ribu kasus.

"Tetap disiplin memakai masker, walaupun level PPKM diturunkan. Mengenakan masker adalah kebiasaan baru yang harus kita lakukan untuk dapat hidup sehat berdampingan dengan COVID-19," kata Johnny dalam keterangan persnya, Selasa.

Baca juga: Wamenkes: Patuhi prokes agar kasus tidak kembali melonjak

Pada Senin, (13/9), pemerintah mencatat jumlah kasus aktif turun menjadi 99.696 kasus atau berkurang 10.173 kasus dibanding hari sebelumnya sebanyak 109.869 kasus.

"Berkat partisipasi semua pihak, kita berhasil menurunkan angka kasus aktif hingga berada di bawah 100 ribu kasus. Indikator COVID-19 lainnya juga terus menunjukkan perbaikan, misalnya positivity rate nasional yang sudah mencapai batas aman WHO," 

Menurut Johnny, perkembangan baik tersebut tentu menjadi dasar penyesuaian penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di seluruh Indonesia.

Untuk Jawa Bali, hasil penilaiab PPKM pada tingkat aglomerasi dan kabupaten/kota memperlihatkan perbaikan. Bali misalnya, dapat turun menjadi level 3, sedangkan Jabodetabek dan Surabaya turun menjadi level 2. Selain itu, terdapat tambahan 24 kabupaten/kota yang turun menjadi level 2 dan 6 kabupaten/kota turun menjadi level 1.

Demikian pula untuk daerah di luar Jawa-Bali yang mengalami penurunan signifikan. Per 11 September 2021, tercatat hanya 6 kabupaten/kota berada di level 4, sedangkan sebelumnya 23 kabupaten/kota. Sementara itu, PPKM Level 3 diterapkan di 330 kabupaten kota (sebelumnya 314 kabupaten/kota) dan level 2 diterapkan di 50 kabupaten/kota (sebelumnya 49 kabupaten/kota).

Selanjutnya, pemerintah menekankan bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia diterapkan dengan memonitor varian baru COVID-19 dan deteksi dini dengan memantau ketat pintu masuk Indonesia terutama di pelabuhan kecil dan sarana laut.

Selain itu, pemerintah juga menyusun skenario transisi pandemi ke endemi, mengawasi pembukaan area publik di daerah PPKM level 2 secara ketat dengan mengedepankan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, memantau prosedur Pembelajaran Tatap Muka (PTM), dan memfokuskan distribusi vaksin maupun program vaksinasi pada daerah yang cakupan vaksinasinya masih di bawah 20 persen.

Johnny mengatakan bahwa di masa transisi ini, semua pihak harus mewaspadai munculnya varian baru dan menyegerakan vaksinasi COVID-19. Sehingga, dia tetap mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan menyegerakan vaksinasi agar tren positif terus berlanjut.

"Mari kita jaga tren positif ini agar perjuangan tidak sia-sia. Caranya, meneruskan budaya memakai masker sebagai kebiasaan baru yang harus kita lakukan untuk dapat hidup sehat berdampingan dengan COVID-19," ujarnya.

Menkominfo mengimbau masyarakat segera melengkapi vaksinasi bagi yang belum melaksanakan. "Tidak perlu pilih-pilih karena semua vaksin aman dan berkhasiat," kata Johnny.


Baca juga: Armand Maulana ajak masyarakat vaksinasi COVID-19, tetap jaga prokes

Baca juga: Kasus COVID-19 melandai, Gitaris Mocca: Prokes jangan sampai kendor

Baca juga: Guru Besar UI: Jalankan prokes 5M agar pengendalian COVID-19 membaik

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tambah 2.855, Ini gambaran kasus aktif 11 September

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar