Ketua OJK optimis pelonggaran mobilitas dongkrak penyaluran kredit

Ketua OJK optimis pelonggaran mobilitas dongkrak penyaluran kredit

Ilustrasi: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (30/08/2021). (ANTARA/Agatha Olivia)

Kami tetap yakin dibukanya mobility akan lebih bagus lagi penyaluran kreditnya oleh perbankan
Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso optimis pelonggaran mobilitas akan mampu mendorong penyaluran kredit oleh perbankan yang sempat mengalami kontraksi.

“Kami tetap yakin dibukanya mobility akan lebih bagus lagi penyaluran kreditnya oleh perbankan,” kata Ketua OJK Wimboh Santoso dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.

Wimboh menjelaskan secara umum di sektor jasa keuangan masih stabil terjaga, termasuk di perbankan, yang secara indikasi prudensialnya juga masih terjaga dengan baik.

Hal ini salah satunya ditunjukkan dari penyaluran kredit yang masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,5 persen (yoy) dan 1,5 persen (ytd).

Penyaluran kredit oleh perbankan ini sempat mengalami kontraksi sebesar 0,32 persen (mtm) pada Agustus sebagai dampak dari pembatasan mobilitas pada Juli 2021.

Baca juga: Presiden Jokowi minta perbankan terus tingkatkan penyaluran kredit

Ia menuturkan sampai Juli 2021 perbankan sudah menyalurkan kredit Rp1.439 triliun dan dalam periode yang sama pelunasan dan pembayaran angsuran kredit mencapai Rp1.332 triliun.

“Secara net memang kecil. Tentu ini karena ada beberapa perusahaan korporasi yang belum bangkit bahkan melunasi kreditnya,” ujar Wimboh.

Meski demikian ia memprediksikan ruang pertumbuhan kredit masih akan terbuka yang ditopang oleh BPD dan bank persero dengan penyaluran mayoritas ditujukan untuk UMKM, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menyebutkan kredit UMKM tumbuh stabil di level 1,93 persen (yoy) dan 1,11 persen (ytd) dan diharapkan pertumbuhan UMKM dapat mendorong kredit korporasi ke depannya.

“BPD hampir tidak terpengaruh COVID-19 karena kreditnya lebih banyak kepada ASN. Bank persero berbagai kredit program ada di situ. Untuk bank umum swasta nasional masih terkendala minus 2,62 persen (yoy) bahkan minus 4,5 persen (ytd),” ujar Wimboh.

Baca juga: Presiden ajak perbankan dan pelaku usaha ekspansi, geliatkan ekonomi

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Usulan Peneliti OJK terkait pengembangan industri halal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar