Pemkot Jaksel bina 72 pelaku UMKM yang tempati lokbin di Stasiun Tebet

Pemkot Jaksel bina 72 pelaku UMKM yang tempati lokbin di Stasiun Tebet

Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Selatan membina 72 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang akan menempati lokasi binaan (lokbin) di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2021). ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Selatan

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kota Administrasi Jakarta Selatan membina sebanyak 72 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang akan menempati lokasi binaan (lokbin) di Stasiun Tebet.

Baca juga: HIPMI Jaya salurkan bantuan bagi pelaku UMKM di Jakarta Selatan

Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan Dedy Dwi Widodo di Jakarta, Rabu, mengatakan "wajah" baru Stasiun Tebet mesti didukung dengan pelaku UMKM setempat.

Karena itu, sebanyak 72 pelaku UMKM tersebut harus dibina terlebih dahulu melalui materi mengenai keamanan pangan dari akademisi serta sosialisasi perlindungan kesehatan dari BP Jamsostek.

“Selain didata tempatnya, supaya pedagang lebih nyaman dan higienis serta rapi, pedagang di Stasiun Tebet juga ditata,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, pada pembinaan yang berlangsung di Aula Kecamatan Tebet itu, pihaknya juga menawarkan perlindungan kesehatan dari BP Jamsostek.

Baca juga: Kejati DKI borong 1.000 paket makanan UMKM di Jakarta Selatan

Hal itu, kata Dedy, agar para pelaku UMKM mendapat jaminan perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja, dan risiko kematian ketika bekerja. Dedy pun mensyukuri bahwa para pelaku UMKM tersebut masih dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang telah memukul semua sektor di tengah masyarakat.

“Insya Allah tanggal 26 atau 27 September, bapak/ibu sudah bisa berjualan di lokasi,” kata dia.

Dia pun memastikan seluruh pedagang itu telah menerima vaksinasi dosis lengkap sehingga dapat mendukung kekebalan komunal di lingkungan sekitar.

Dedy juga mewanti-wanti agar pedagang berlaku bersih dan tidak kembali ke kebiasaan lama yang akrab dengan kesan kumuh dan kotor.“Tapi ingat, jangan malah balik lagi ke pola lama yang kotor dan kumuh. Tolong syukuri yang ada sekarang, apalagi kita mau fasilitasi,” ungkapnya.

Baca juga: Puluhan warga Pondok Pinang terima bantuan IUMK

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menparekraf apresiasi PNM bantu permodalan pelaku ekraf di Banyuwangi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar