Medina Zein dilaporkan ke Polda Metro terkait dugaan pengancaman

Medina Zein dilaporkan ke Polda Metro terkait dugaan pengancaman

Advokat Ahmad Ramzy (kiri) dan kliennya Samira melaporkan Selebgram sekaligus pengusaha Medina Zein ke Polda Metro Jaya atas dugaan pengancaman, Kamis (16/9). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

Jakarta (ANTARA) - Pengusaha serta selebgram Medina Zein dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pengancaman terhadap seorang wanita bernama Samira.

"Hari ini kehadiran saya di SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu)  mendampingi Mbak Samira untuk membuat laporan terkait dengan pengancaman yang dilakukan oleh MZ," kata kuasa hukum Samira, Ahmad Ramzy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.

Ramzy menjelaskan, kasus ini berawal ketika Medina meminjam uang sebesar Rp240 juta kepada suami Samira untuk keperluan bisnis travel antara kedua belah pihak, pada 2018.

Namun proses penagihan utang yang dilakukan oleh suami Samira kepada terlapor tidak berjalan mulus. Ramzy menyebut, kliennya malah mendapat ancaman saat menagih hutangnya.

"Siap-siap masuk kantor Polisi, siap-siap bekal mie instan untuk ditahan, makan nasi kering. Padahal beliau ini menagih haknya makanya kita buat laporan Polisi," ujar Ramzy.

Pada kesempatan tersebut, Samira menyebut dirinya sudah berkomunikasi dengan Medina tapi yang didapatnya adalah ancaman. "Ada proses-proses yang responnya dia kurang baik ke saya," kata Samira.

Baca juga: PDI Perjuangan DKI laporkan Hersubeno Arief ke Polda Metro Jaya

Samira juga mengaku telah menyerahkan sejumlah barang bukti untuk melengkapi laporan Polisi tersebut.

"(Barang bukti) screenshoot dari WA dan DM IG. Ancamannya lewat media elektronik," kata Samira.

Laporan Samira tersebut telah diterima dan terdaftar dengan nomor laporan LP/4590/IX/2021/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 16 September 2021.
Kuasa Hukum Medina Zein, Machi Ahmad. (Dok Pribadi)


Dikonfirmasi secara terpisah, kuasa hukum Medina Zein, Machi Ahmad, mengatakan, pihaknya menghormati laporan Samira dan menyebut bahwa melapor kepada pihak berwajib adalah hak warga negara.

"Kita menghargai sebagai warga negara yang baik, hak hukumnya untuk melaporkan. Cuma nanti bisa dibuktikan ada atau tidak unsur pidananya. Kita menghargai proses hukumnya," kata Machi saat dikonfirmasi, Kamis.

Machi menegaskan, dirinya yakin kliennya tidak bersalah. "Saya optimistis, klien saya tidak bersalah, nanti akan dibuktikan saat ada pemeriksaan," katanya.

Baca juga: Musisi Jerinx dilaporkan ke Polda Metro terkait dugaan ancaman
Baca juga: Seorang wanita ditetapkan tersangka perekam video ancaman presiden


 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Riza Harahap
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Metro Jaya musnahkan 1,74 ton narkoba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar