Ketua MPR minta pemerintah lindungi tenaga kesehatan di Papua

Ketua MPR minta pemerintah lindungi tenaga kesehatan di Papua

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (MPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap para tenaga kesehatan yang berada di wilayah di Papua dari berbagai macam tindak kekerasan dan ancaman keselamatan.

"Pemerintah pusat dengan dukungan TNI-Polri dan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota se-Papua bisa menjamin keselamatan dan keamanan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Papua," kata Bambang Soesatyo atau Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakannya terkait tindakan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang membakar Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Tindakan KKB tersebut membuat para tenaga kesehatan perempuan sampai dilecehkan hingga tewas, serta ditendang ke jurang.

Menurut Bamsoet, perlindungan terhadap tenaga kesehatan sangat diperlukan, terutama di tengah suasana pandemi COVID-19, kehadiran tenaga kesehatan sangat dibutuhkan karena merupakan pejuang garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa manusia.

Baca juga: Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua harap nakes diungsikan

"Gangguan terhadap keamanan dan keselamatan para tenaga kesehatan merupakan alarm tanda bahaya terhadap kemanusiaan," ujarnya.

Dia mengutuk keras tindakan biadab teroris KKB di Papua yang membakar Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Bamsoet menegaskan jangan sampai ada lagi korban dari rakyat yang tidak bersalah sehingga negara harus hadir dengan kekuatan penuh.

Dia menilai serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan serangan terhadap kemanusiaan sehingga tidak dapat dibenarkan atas nama apapun.

Baca juga: Polri tegaskan pengamanan Nakes di Papua jadi perhatian aparat

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menegaskan bahwa keamanan nakes di Papua menjadi perhatian aparat TNI maupun Polri.

Rusdi dalam konferensi pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/9) mengatakan, jajaran TNI-Polri juga berupaya mengembalikan kondisi di Papua kembali kondusif setelah insiden di Distrik Kiwirok, Papua.

"Tentunya ketika ada dorongan untuk bagaimana bisa mengamankan nakes, ya itu menjadi perhatian TNI-Polri untuk bisa mengamankan itu, sehingga pelayanan-pelayanan kesehatan di Papua bisa berjalan dengan baik," kata Rusdi.

Terkait permintaan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk perlindungan tenaga kesehatan di Papua, menurut Rusdi, hal itu sudah menjadi hal yang diperhatikan oleh Mabes Polri.

Baca juga: IDI Papua kecam kekerasan terhadap tenaga kesehatan

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ketua MPR tegaskan tidak ada bahasan 3 periode jabatan presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar