KSP: Kartu Tani tingkatkan akurasi penyaluran pupuk bersubsidi

KSP: Kartu Tani tingkatkan akurasi penyaluran pupuk bersubsidi

Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Panutan Sulendrakusuma dalam kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sukamaju II Desa Margodadi, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. ANTARA/HO-KSP

Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting pada pembangunan.
Jakarta (ANTARA) - Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Panutan Sulendrakusuma menyatakan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani melalui Kartu Tani dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi.

"Kartu Tani meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran pupuk bersubsidi. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan manfaat," ujar Panutan saat melakukan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Sukamaju II Desa Margodadi Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, sebagaimana siaran pers KSP di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kata dia, jumlah petani di Indonesia saat ini mencapai 33,4 juta orang. Sektor pertanian memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap PDB, yakni sebesar 14,27 persen di tahun 2021 atau terbesar kedua setelah sektor pengolah dengan kontribusi 19,29 persen.

"Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting pada pembangunan," ujar Panutan.

Panutan mengapresiasi Program Kartu Petani Berjaya yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Lampung. Program itu merupakan inisiatif yang baik.

Ia menjelaskan bahwa kunjungannya ke Lampung salah satunya untuk memastikan terciptanya integrasi antara Program Kartu Tani dan Kartu Petani Berjaya agar kedua program tersebut dapat berjalan beriringan dan tidak tumpang-tindih.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Bustanul Arifin mengemukakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi sangat penting, mengingat jumlah pupuk bersubsidi di lapangan cenderung sedikit.

Menurut Bustanul, kurangnya jumlah pupuk bersubsidi karena keterbatasan anggaran negara.

"Oleh karena itu, KSP berkomitmen untuk terus memonitor implementasi di lapangan agar benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan," ujar Bustanul.

Bustanul mengatakan bahwa pertanian menjadi bantalan ekonomi pada masa pandemi.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian tetap tumbuh meskipun pertumbuhan ekonomi terkontraksi dan sempat mengalami resesi.

"Maka, sangat penting kita menjaga sektor pertanian agar tetap produktif dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi," ujar Bustanul.

Baca juga: KSP: Korporatisasi petani tingkatkan daya saing

Baca juga: Baru 5,03 persen petani gunakan Kartu Tani untuk dapat pupuk subsidi

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar