TaniHub dorong digitalisasi ekosistem pertanian melalui Cultivhacktion

TaniHub dorong digitalisasi ekosistem pertanian melalui Cultivhacktion

Dokumentasi. Petani memantau kebun cabai melalui aplikasi pada telpon genggam dalam metode pertanian cerdas berbasis teknologi atau smart farming di Desa Gobleg, Buleleng, Bali, Minggu (8/8/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp.

Jakarta (ANTARA) - Grup TaniHub, Bank Dunia dan Microsoft berkolaborasi mempercepat digitalisasi ekosistem pertanian Indonesia dengan menyelenggarakan Cultivhacktion untuk menemukan solusi-solusi praktis yang dapat diterapkan oleh petani skala kecil dalam rangka mempercepat penggunaan teknologi baru.

CEO Grup TaniHub Pamitra Wineka menerangkan bahwa Cultivhacktion berharap dapat menemukan solusi seperti penciptaan rantai pasok pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di tengah perubahan iklim dan penyediaan akses terhadap informasi berbasis agro-klimatik di masing-masing daerah dengan memanfaatkan big data.

“Kami terus berkomitmen untuk terus memajukan petani Indonesia melalui ekosistem kami, dari hulu ke hilir yang memungkinkan petani, pembeli, pendana, dan seluruh pemangku kepentingan terkait menikmati beragam hasil panen yang baik dari pertanian,” kata Pamitra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Di samping itu, Cultivhacktion juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petani berskala kecil tentang pemasaran, pemrosesan pasca-panen, pengelolaan usaha pertanian, dan pengelolaan keuangan pribadi dengan platform digital.

Penyelenggaraan acara ini didukung oleh Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penyelenggaraan acara ini pun diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan inklusivitas lebih dari 33 juta petani di Indonesia, mengembangkan sistem pertanian yang dapat membentuk transparansi dan efisiensi rantai pasok, serta menciptakan generasi baru dari kalangan petani dan pengusaha di sektor pertanian

“Berbicara tentang pertanian bukan hanya berbicara mengenai produksi makanan, tetapi juga penyediaan lapangan kerja bagi 273 juta masyarakat Indonesia. Industri ini memiliki potensi pertumbuhan yang begitu besar, terbukti dari tumbuhnya Nilai Tukar Usaha Pertanian Indonesia hingga 104 persen dalam dua tahun terakhir,” kata Menteri Pertaniah Syahrul Yasin Limpo yang turut memberikan dukungan, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kali berharap Cultivhacktion dapat bermanfaat bagi 50 juta petani di Jawa Barat. Acara ini pun diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan sektor pangan dan digital di tengah COVID-19.

“Jadi, inilah yang kita temukan dalam Cultivhacktion, yakni kombinasi dari pangan, ekonomi, dan inovasi digital. Saya ingin semua partisipan Cultivhacktion sukses, sehingga kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Jawa Barat adalah contoh terdepan dalam inovasi pertanian dan ekonomi pangan,” ujar Ridwan Kamil.

Baca juga: Bulog-Tanihub jalin kerja sama dukung ekosistem ketahanan pangan
Baca juga: TaniFund gandeng AGRO luncurkan pendanaan usaha mikro
Baca juga: Mentan yakini pertanian bakal berkembang di tangan milenial

 

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu sebut sinergitas antar lembaga hindari penyelewengan PC-PEN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar