Unair dukung proses digitalisasi UMKM di Bojonegoro

Unair dukung proses digitalisasi UMKM di Bojonegoro

Salah satu kegiatan pengabdian Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (ANTARA/HO-Istimewa)

Dukungan kepada industri kecil menengah, bukan hanya kewajiban dari pemerintah, namun juga kewajiban dari berbagai pihak, salah satunya instansi pendidikan
Jakarta (ANTARA) - Program Studi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga mendukung proses digitalisasi para UMKM di Bojonegoro, Jawa Timur, untuk memperkuat daya tahan pelaku usaha agar mampu berkontribusi kepada pemulihan ekonomi nasional.

Dukungan tersebut dilakukan melalui bentuk pelatihan dan pendampingan dalam pencatatan laporan keuangan serta pemasaran daring pada Forum Industri Kecil Menengah Jawa Timur (FIJ) Cabang Bojonegoro.

"Dukungan kepada industri kecil menengah, bukan hanya kewajiban dari pemerintah, namun juga kewajiban dari berbagai pihak, salah satunya instansi pendidikan," kata Ketua Pengabdian Masyarakat Riska Nur Rosyidiana dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu pelatihan sub tema akuntansi UMKM, kemudian sub tema teknik optimalisasi pemasaran daring, terakhir, praktik digitalisasi pencatatan dan pemasaran IKM.

Selain itu, Program Studi D3 Akuntansi juga menerjunkan 106 mahasiswa untuk mendampingi IKM di Jawa Timur dan sekitarnya untuk mendukung proses administrasi dan pencatatan pada IKM.

"Seluruh kegiatan ini merupakan bukti nyata dukungan Fakultas Vokasi dalam mendampingi IKM untuk bangkit dari pandemi COVID-19," kata Riska.

Ia menjelaskan pelatihan pelatihan penyusunan, kajian laporan keuangan dan pengenalan aplikasi pencatatan keuangan gratis diberikan mengingat masih banyak partisipan yang belum memiliki pencatatan dan laporan keuangannya belum memenuhi standar.

"Seluruh pelaku usaha yang menjadi partisipan pada acara pengabdian masyarakat memahami betul bahwa penyusunan laporan keuangan sangat penting untuk mengembangkan usahanya," katanya.

Sementara itu, Riska menambahkan pelatihan optimalisasi pemasaran daring, salah satunya melalui pemanfaatan WA Business, dilakukan karena kegiatan usaha offline berjalan secara terbatas selama masa pandemi COVID-19.

"Teknik pemasaran online yang efektif merupakan tantangan bagi anggota FIJ Bojonegoro dan banyak IKM lainnya. Sebanyak 78,3 persen peserta menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi adalah terkait dengan kemampuan pemilik usaha dalam mengoperasikan aplikasi pemasaran," katanya.

FIJ Bojonegoro sebagai mitra Unair pada pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat ini merupakan salah satu cabang Forum IKM Jawa Timur yang memiliki total anggota sebanyak 100 unit usaha yang telah berdiri sejak 2018.

Proporsi UMKM binaan FIJ Bojonegoro terbesar adalah 60 persen pada produk makanan dan minuman, sedangkan bidang produk aksesoris (Craft) dan konveksi (fesyen) memiliki proporsi yang sama yaitu masing-masing 20 persen.

Salah satu peserta program pengabdian ini, Mimin mengatakan pemasaran digital sangat penting untuk meningkatkan kegiatan usaha, mengoptimalkan sumber daya dan memperluas ruang lingkup konsumen.

"Digitalisasi membantu kenaikan omzet sampai dengan 30 persen," kata pengusaha aksesoris dengan merek Myfeltcartart ini sambil mengakui pentingnya digitalisasi untuk berkompetisi dengan pesaing.

Baca juga: UMKM perlu manfaatkan platform digital berdasarkan "trade area"
Baca juga: Ketua DPR: Dukung UMKM bantu tulang punggung ekonomi RI
Baca juga: CORE: Digitalisasi bisa ubah karakteristik usaha mikro dan kecil

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenhan gandeng Unair dan ITS dalam pengembangan iptek

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar