Rupiah awal pekan ditutup menguat, ditopang turunnya yield obligasi AS

Rupiah awal pekan ditutup menguat, ditopang turunnya yield obligasi AS

Ilustrasi - Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

Sentimen cukup baik setelah data inflasi menunjukkan deflasi secara bulanan, di tengah banyaknya negara-negara di dunia yang mengalami kenaikan inflasi
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ditutup menguat, seiring turunnya imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup menguat 41 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp14.267 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.308 per dolar AS.

"Pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terkait dengan pergerakan imbal hasil US Treasury yang cenderung turun, sudah kembali di bawah 1,5 persen dan indeks dolar yang juga mulai menurun," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Sementara itu dari dalam negeri, pada akhir pekan lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,04 persen pada September 2021 yang disebabkan oleh penurunan harga beberapa komoditas utama.

Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-September 2021 tercatat 0,80 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun 1,60 persen. Menurut Rully, deflasi September ini menjadi sentimen positif bagi rupiah.

"Sentimen cukup baik setelah data inflasi menunjukkan deflasi secara bulanan, di tengah banyaknya negara-negara di dunia yang mengalami kenaikan inflasi," ujar Rully.

Baca juga: Rupiah Senin pagi menguat 8 poin

Terkait pandemi, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (3/10) bertambah 1.142 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,22 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 58 kasus sehingga totalnya mencapai 142.173 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.020 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,04 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 32.876 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 93,78 juta orang dan vaksin dosis kedua 52,68 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.300 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.264 per dolar AS hingga Rp14.305 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.276 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.315 per dolar AS.

Baca juga: IHSG awal pekan ditutup naik tajam, dipicu aksi beli investor asing
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gubernur BI sebut penguatan rupiah berdampak positif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar