Jakarta (ANTARA News) - Ucapan selamat ulang tahun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan lewat rekaman video dan balik kandangnya sekitar 200 ulama terkemuka ke pangkuan partai berlambang Kabah merupakan kado istimewa Hari Lahir (Harlah) ke-36 PPP di Jakarta, Sabtu.

"Saya mohon maaf kepada seluruh warga PPP tidak bisa hadir dikarenakan kesibukan saya. Saya ucapkan selamat ulang tahun dan dirgahayu ke-36 kepada Partai Persatuan Pembangunan," kata Presiden yang mengenakan batik warna hitam dan kopiah hitam dalam rekaman video berdurasi sekitar 10-15 menit itu.

Rekaman itu diputar dan disaksikan lewat layar besar oleh sekitar 12.000 kader dan simpatisan PPP. Tampak hadir antara lain Ketua MPR Hidayat Nurwahid, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqie.

Kepada kader PPP, terutama yang ada di pemerintahan di Pusat dan Daerah, Presiden berpesan agar tetap bersama-sama bekerja membangun bangsa dan negara karena sudah 36 tahun PPP ikut bersama membangun bangsa ini.

Kepala Negara juga menyambut baik tema Harlah yaitu PPP sebagai jalan baru Indonesia sejahtera. Begitu juga motto "berbeda tapi tetap bersama".

Dalam pidato politiknya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan bahwa PPP telah bangkit kembali dengan bergabungnya 200 ulama terkemuka di berbagai daerah ke dalam pangkuan partai berlambang Kabah itu. Para ulama itu sebelumnya keluar dari PPP bergabung dan mendirikan partai lain.

Lalu Suryadharma memanggil ke atas panggung KH Syukron Makmun, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Nahdlatul Umah (PKNU) dan Habib Al Idrus yang memiliki banyak massa dari pondok pesantrennya.

Sebelumnya KH Zainudin MZ, dai sejuta umat yang juga mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) juga pulang kandang ke PPP bersama-sama dengan pedangdut legendaris Rhoma Irama.

Bergabungnya KH Syukron Makmun, Habil Al Idrus, Rhoma Irama, dan KH Zainuddin MZ diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari sekitar 8 persen pada Pemilu 2004 menjadi 15 persen pada Pemilu 2009.

"Kembalinya para ulama ke PPP sangat luar biasa, apalagi Kyai Sukron Makmum adalah ulama yang besar. Jadi tak hanya menambah suara, tapi sangat penting bagi dinamika partai Islam seperti kami," katanya.

Bergabungnya Kyai Syukron dan kawan-kawan akan mendongkrak perolehan suara setelah pemilu nanti. "Kyai Syukron saja memiliki santri 2.000 lebih," katanya.

PPP, katanya, akan besar jika dekat dengan ulama dan PPP akan hancur jika ditinggalkan ulama. Dengan kembalinya para ulama tersebut, PPP optimis menghadapi Pemilu 2009 dengan memperoleh 15 persen suara, demikian Suryadharma Ali.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009