Menkes RI berteman baik dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi

Menkes RI berteman baik dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers terkait Evaluasi PPKM yang diikuti dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Senin (18/10/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Sampai sekarang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina lima hari, kemudian bisa melakukan ibadah.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan Menteri Haji dan Imroh Arab Saudi yang baru Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah.

"Jadi teman saya baru dipromosikan dari menteri kesehatan jadi menteri haji dan umroh Arab Saudi," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers terkait Evaluasi PPKM yang diikuti dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Senin sore.

Saudi Press Agency melaporkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menunjuk Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah sebagai Menteri Haji dan Umroh yang baru menggantikan Fahd bin Abdulrahman al-Jalajil yang kini menjabat Menteri Kesehatan Arab Saudi.

Budi mengatakan dirinya memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan Tawfiq bin Fawzan al-Rabiah sebab jabatan sebelumnya adalah Menteri Kesehatan di Arab Saudi.

Baca juga: Bamsoet dorong Kemenag hitung harga referensi paket umrah masa pandemi

Baca juga: Pemerintah minta vaksin booster untuk jamaah umrah tak dipolitisasi


Pertemanan itu dibuktikan saat keduanya terlibat dalam percakapan terkait agenda ibadah haji. "Saya sudah beberapa kali melakukan pembicaraan via telpon dan meeting sekali di Roma dengan beliau dan beliau janji membantu," katanya.

Budi memastikan otoritas Arab Saudi mengizinkan calon jamaah haji penerima vaksin COVID-19 jenis Sinovac untuk beribadah haji di Tanah Suci.

"Sampai sekarang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina lima hari, kemudian bisa melakukan ibadah," katanya.

Syarat karantina haji di Arab Saudi tersebut, kata Budi, akan menambah jangka waktu kepulangan haji ke Tanah Air ditambah selama lima hari.

"Buat teman-teman kalau memang merasa ingin ke Arab Saudi, ada caranya cuma memang lebih lama aja lima hari di sana. Karena Masjidil Haram, Nabawi dan apapun shalat yang dilakukan berlipat kali diterimaNya, jadi tidak apa-apa tambah lima hari," katanya.*

Baca juga: Sebanyak 5 ribu warga Kalsel terdaftar sebagai calon jamaah umrah

Baca juga: DPP Ampuh harapkan jamaah RI tidak wajib booster untuk umrah

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jamaah haji melakukan ritual lempar jumrah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar