Christchurch, Selandia Baru (ANTARA News/AFP) - Harapan memudar untuk menemukan korban selamat di Christchurch, dimana puluhan orang masih hilang dua hari setelah gempa bumi kuat mengguncang kota Selandia Baru itu, kata polisi, Kamis.

Polisi menyatakan, tidak ada korban hidup yang ditemukan di reruntuhan bangunan sejak Rabu sore dan itu sudah lebih dari 24 jam sejak pesan teks diterima dari seseorang yang terperangkap di bawah puing-puing.

"Kami berharap kami masih menemukan korban yang selamat, namun seiring dengan berjalannya waktu, harapan pun memudar," kata Inspektur Russell Gibson kepada TV3.

Gibson mengatakan, 50 hingga 100 orang masih diyakini hilang di salah satu gedung yang terserang paling parah, CTV, setelah gempa Selasa yang berkekuatan 6,3 skala Richter itu, namun jumlah tersebut masih spekulatif.

Sekitar 20 orang dikhawatirkan hilang di lokasi lain, gedung PPG, katanya.

Pihak berwenang menyebut jumlah korban tewas 75 dan 300 hilang namun mengatakan, jumlah yang hilang itu mungkin mencakup beberapa orang yang melarikan diri dari pusat kota setelah gempa tersebut dan tidak menghubungi mereka sejak itu.

Ratusan petugas penyelamat menyisir bangunan-bangunan yang hancur dan berasap Rabu dalam upaya mencari korban yang selamat.

Badan penanganan darurat menutup pusat kota Christchurch, yang porak-poranda akibat gempa dangkal Selasa, dan petugas mencari korban yang mungkin selamat dan mayat di antara reruntuhan.

Perdana Menteri John Key mengumumkan keadaan darurat nasional setelah gempa tersebut, yang merupakan bencana alam terburuk Selandia Baru dalam waktu 80 tahun.(*)

(ANT/M014)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011