Tangerang (ANTARA News) - Sebanyak 40 pengurus Partai Amanat Nasional di Kota Tangerang Selatan, Banten, mengajukan pengunduran dari kepengurusan secara bersamaan karena kecewa terkait kepemimpinan ketua DPD PAN, Nani Suparni.

"Sikap arogansi dan sistem politik yang dijalankan ketua DPD PAN Tangsel, tidak sejalan. Maka, kami lebih baik mundur dari kepengurusan," kata Ketua DPC PAN Kecamatan Ciputat, Ahsin Abdul Wahap usai menggelar jumpa pers di Rumah Makan Fifo Cape Situ Gintung, Kamis.

Dia menjelaskan, pengurus yang menyatakan mundur yakni enam ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kecuali kecamatan Pamulang.

Selain ketua, pengurus seperti sekretaris, bendahara, ketua Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) anggota BPH, juga ikut mengajukan pengunduran diri.

Pasca memberikan keterangan pers, para pengurus yang menyatakan mundur, kemudian menyerahkan bukti pengunduran diri kepada ketua DPD PAN Tangsel, Nani Suparni serta ketua DPW PAN Provinsi Banten.

"Mulai hari ini, setelah surat ini kami sampaikan, maka seluruh pengurus secara resmi menyatakan mundur dari kepengurusan," katanya.

Mengenai penyebab pengunduran. Dikatakannya, bila sikap Nani Suparni selaku ketua DPD PAN Tangsel tidak menunjukan kedewasaan politik karena terlalu memaksakan kehendaknya.

Sebab, keinginan pengurus untuk mengusung calon lain dalam Pemilu Kota Tangerang Selatan, yang berbeda dengan penetapan DPD PAN, dilakukan penonaktifan.

"Pengurus yang tidak sejalan arah politik dengan ketua DPD PAN, dilakukan nonaktif dari kepengurusan. Maka, kami pun mundur karena sikap tersebut," katanya.

Sekretaris DPC Setu, Adung Lesmana, menuturkan bila Nani Suparni juga sering kali tidak memberikan perhatian kepada pengurus partai lainnya.

"Pengurus yang dianggap berseberangan atau tidak memberikan dukungan saat pemilihan ketua DPD beberapa waktu lalu, dijauhkan," katanya

Sementara itu, Fadhillah, DPRt Kecamatan Setu menuturkan bila program partai yang telah disusun tidak pernah teralisasi. Bahkan, terjun ke lapangan untuk menemui pengurus pun tidak pernah dilakukannya.

"Kami belum pernah bertemu di lapangan selama proses Pemilu berjalan. Jadi, program partai yang ada pun tidak pernah berjalan," katanya. (G001/E001/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011