Cara atasi sakit kepala akibat pemakaian masker terlalu ketat

Cara atasi sakit kepala akibat pemakaian masker terlalu ketat

Ilustrasi (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Memakai masker terlalu ketat yang betul-betul menekan wajah dapat menimbulkan sakit kepala, kata dr. Riana Nirmala Wijaya, Country Medical Lead Bayer Consumer Health, Bayer Indonesia.

Untuk mengatasi sakit kepala akibat pemakaian masker, Riana menyarankan untuk memijat beberapa bagian di wajah agar tidak terlalu tegang ketika masker sudah dibuka.

"Ada beberapa titik, seperti di bawah alis, daerah kelopak mata, samping mata, tulang rahang bawah naik ke telinga bisa dipijat," kata Riana dalam Kampanye Edukasi
“Indonesia Bangkit Gak Pake Lama”, Sabtu.

Baca juga: Teh peppermint bantu redakan sakit kepala hingga membuat napas segar

Baca juga: Pusing pertanda vertigo, apa cirinya?


Jika diperlukan, pijat juga bagian leher bawah di dekat kelenjar getah bening serta bagian dahi depan. Pijatlah dengan jempol dengan gerakan memutar yang ringan tanpa terlalu banyak tenaga.

"Pijat ringan saja dan jangan lupa bersihkan dulu tangan," katanya.

Bayer Indonesia berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang perawatan mandiri di adaptasi tatanan hidup baru melalui peluncuran kampanye edukasi masyarakat bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke 57.

Laksmi Prasvita, Head of Communications, Public Affairs, Science & Sustainability, Bayer Indonesia mengatakan, “Di divisi Consumer Health Bayer, kami mendorong perawatan diri mandiri yang bertanggung jawab dan memastikan bahwa konsumen kami memiliki akses ke solusi kesehatan sehari-hari yang memungkinkan mereka untuk hidup sehat dan hidup produktif."

"Oleh karena itu, kami bermaksud untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi dengan tema besar “Indonesia Bangkit Gak Pake Lama” sebagai komitmen berkelanjutan dari Bayer Indonesia melalui Saridon Extra dalam mendukung pemerintah untuk mendorong masyarakat kembali produktif di masa adaptasi tatanan hidup baru.”

Kampanye ini mengajak masyarakat Indonesia untuk berkomitmen tetap produktif selama masa adaptasi kebiasaan baru demi melanjutkan aktivitas di tengah situasi pandemi yang menantang. Bagi mereka yang bekerja keras setiap hari untuk menunjang hidup keluarganya, sakit kepala bisa mengganggu karena menjadi penghambat dalam melakukan aktivitas.

Riana menambahkan, sakit kepala dapat menjadi salah satu penghambat jika tidak segera diobati.

"Oleh karena itu, analgesik dengan formula kombinasi Parasetamol dan Kafein yang dapat meredakan sakit kepala dalam waktu singkat, tanpa menyebabkan kantuk sehingga memungkinkan penderita sakit kepala untuk segera melanjutkan aktivitasnya."

Berdasarkan penelitian Renner, penambahan Kafein pada tablet Parasetamol dapat meningkatkan potensi penyerapan analgesik parasetamol untuk meredakan sakit kepala. Kafein dapat memaksimalkan efektivitas arasetamol untuk menghilangkan rasa sakit.

"Jadi, kombinasi Kafein dan Parasetamol mampu meredakan sakit kepala lebih cepat daripada monoterapi."

Baca juga: Serba serbi seputar sakit kepala

Baca juga: Komentar warganet tak buat Ayu Ting Ting sakit kepala

Baca juga: Sakit kepala saat menatap layar komputer pertanda mata lelah

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Terkait PSBB, Presiden Jokowi : Belum ada kepala daerah beda pendapat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar