Kemenperin ajak pelaku IKM perempuan "go digital"

Kemenperin ajak pelaku IKM perempuan "go digital"

Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita memberikan sambutan pada acara penyerahan Sertifikat SNI Cangkul kepada PT. Mekarmaju Jaya Abadi dan PT. Indobaja Primamurni di Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA/HO-Biro Humas Kemenperin/am.

Kami percaya melalui pendampingan pada lima aspek tersebut yang disalurkan pada program dan sasaran yang tepat, akan memberikan manfaat yang besar bagi penguatan daya saing IKM khususnya perempuan pelaku IKM
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian mengajak pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) perempuan untuk go digital, karena turut berperan mengembangkan industri di daerah dengan memanfaatkan sumber daya, membuka lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi para perempuan lainnya, serta meningkatkan sumber pendapatan keluarga sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

“Para pelaku usaha perempuan tersebut tersebar di berbagai sektor, antara lain IKM makanan, sandang, kerajinan dan lainnya. Kemudian, banyaknya jumlah tenaga kerja perempuan masih terpusat di Pulau Jawa yang mencapai 66,72 persen. Sedangkan dari sisi usianya, sebesar 68 persen berada pada rentang usia 15-49 tahun,” kata Plt Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Reni menjelaskan pelaku usaha perempuan telah berperan mengembangkan industri di daerah dengan memanfaatkan sumber daya setempat. Kemudian berperan membuka lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi para perempuan lainnya, serta meningkatkan sumber pendapatan keluarga sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.

“Jadi, para pengusaha perempuan tentu memiliki peran strategis dalam pengembangan IKM,” ucap Reni. Dalam pengembangan IKM, lanjutnya.Reni pada acara webinar dengan tajuk UMKM Perempuan Go Digital.

Kemenperin memiliki lima program yang telah dijalankan, meliputi akses pembiayaan, akses sumber bahan baku dan bahan penolong, fasilitas teknologi dan sarana prasarana produksi, peningkatan kualitas produk dan keahlian SDM, serta peningkatan akses pasar.

“Kami percaya melalui pendampingan pada lima aspek tersebut yang disalurkan pada program dan sasaran yang tepat, akan memberikan manfaat yang besar bagi penguatan daya saing IKM khususnya perempuan pelaku IKM,” tandasnya.

Menurut Reni, perkembangan era digital yang semakin pesat perlu dimanfaatkan oleh para pelaku IKM nasional untuk menjalankan usahanya agar bisa bertahan dengan menyesuaikan bisnis ke arah yang lebih produktif dan efisien.

“Sejalan hal tersebut, Kemenperin mendorong pelaku IKM, termasuk pelaku usaha perempuan untuk menerapkan penggunaan teknologi industri 4.0, salah satunya yaitu menggunakan platform digital,” ungkapnya.

Kemenperin juga menyediakan program bagi pelaku IKM agar dapat menggunakan digitalisasi yang semakin berkembang melalui e-Smart IKM, Smart Sentra, Smart Material Center, Smart Packaging Center dan Smart IKM.

“Kami terus memacu IKM untuk bisa memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produk mereka, utamanya melalui e-commerce,” tambah Reni.

Program e-Smart IKM merupakan sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri, sentra dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Sejak diluncurkan tahun 2017, e-Smart IKM telah melatih sebanyak 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia .

Beragam manfaat yang diterima peserta e-Smart IKM, antara lain workshop untuk membuka toko online, masuk ke dalam katalog e-smart IKM, akses ke berbagai program pembinaan, pendampingan pemasaran online, dan workshop bisnis digital. Saat ini program e-smart IKM telah membuat katalog online yang ada pada web www.esmartikm.id.

“Katalog online tersebut terhubung secara online dengan marketplace, social media maupun WhatsApp sehingga memudahkan konsumen menjangkau produk IKM,” jelas Reni.

Di samping itu, e-Smart IKM disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah IKM yang onboarding, menciptakan nilai tambah bagi IKM dan meningkatkan permintaan terhadap produk IKM.

Oleh karenanya, Kemenperin proaktif mengajak seluruh pengusaha perempuan Indonesia untuk tetap optimis dalam menghadapi kendala di situasi saat ini, dengan memiliki semangat yang besar serta karya inovatif. “Sehingga ke depannya, IKM khususnya yang dimotori oleh para perempuan Indonesia dapat semakin maju,” pungkasnya.

Baca juga: Menperin ungkap peranan strategis perempuan dalam kemajuan IKM
Baca juga: Kemenperin-IWAPI dorong wirausaha perempuan kembangkan IKM
Baca juga: Transaksi daring capai Rp266 triliun, Kemenperin gencarkan e-Smart IKM


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar