"Saat mitra dialog kita menderita, ASEAN juga ikut menderita."
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Makiko Kikuta, tetap menghadiri acara pembukaan ASEAN Regional Forum Disaster Relief (ARF Direx) yang dilangsungkan pada 14-19 Maret di Manado.

Indonesia dan Jepang menjadi tuan rumah bersama untuk melakukan latihan untuk situasi darurat, latihan lapangan dan tindakan sipil kemanusiaan yang diharapkan dihadiri oleh 3.000 peserta dari pemerintahan, militer dan masyarakat umum.

"Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dikomitmenkan Jepang bahkan saat menghadapi situasi yang belum pernah dialami sebelumnya, kita tidak akan dapat menggelar latihan ini bila Jepang tidak berkomitmen sebelumnya," kata Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, dalam pernyataan tertulisnya yang diterima ANTARA News, Selasa.

Ia mengatakan bahwa beberapa tenaga penyelamat, kendaraan, peralatan dan teknologi termasuk yang berasal dari Jepang dialihkan untuk tugas penyelamatan di Jepang, sedang sebagian lain tetap mendukung latihan di Manado.

Penyelamatan bencana adalah bidang kerja sama yang diintensifkan oleh ARF untuk meningkatkan kapasitas dan carauntuk membangun kepercayaan diri pasca bencana, bidang tersebut juga menjadi salah satu dari lima bidang kerja sama "East Asia Summit" yang juga beranggotakan Jepang.

ARF Direx merupakan kelanjutan dari ASEAN Regional Forum-Voluntary Demonstration of Relief (ARF-VDR) pada 2009 di Filipina dan juga ARF Disaster Relief Exercise Table Top Exercise di Indonesia pada Mei 2008.

Sekjen ASEAN juga mengungkapkan rasa duka citanya atas mitra-mitra ASEAN yang terkena bencana alam, seperti Australia, China, Selandia Baru dan Jepang.

"Kami berbagi kesulitan ini dan pemerintah ASEAN siap untuk membantu Jepang sesuai dengan kebutuhan rakyat Jepang," ujarnya. Ia menambahkan bahwa bencana alam dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.

Pada Januari tahun ini terjadi banjir di Australia, bulan selanjutnya ada gempa bumi di Chirstchurch, Selandia Baru, dan pekan lalu juga terjadi gempa bumi di Yunnan, China sebelum gempa dan tsunami di Jepang, yang menjadi tanda peringatan bahwa bumi sakit, kata Surin.

Ia menganggap bahwa kepemimpinan Jepang membantu mengurangi jumlah korban jiwa di negara-negara Pasifik.

"Kepemimpinan Jepang bersama dengan sistem pengawasan gempa dan tsunami internasional serta usaha global, membantu untuk mengurangi jumlah korban jiwa di negara-negara di Pasifik," tambahnya.

"Saat mitra dialog kita menderita, ASEAN juga ikut menderita, kita adalah satu komunitas. Dalam keadaan darurat seperti ini, sungguh alamiah bahwa kita bersama-sama mengulurkan tangan kepada rakyat Jepang, hal itu juga merupakan "ASEAN Way"," kata Surin lagi.

ARF adalah forum keamanan kawasan yang terdiri atas 27 negara diantaranya 10 negara ASEAN, Amerika Serikat, China, Jepang dan Australia serta bertujuan untuk mendorong dialog terbuka mengenai politik dan keamanan di antara anggota-anggotanya.
(Tz.KR-DLN/H-RN)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011