Suryadharma: Islam Anti Kemiskinan, Kebodohan, Kebrutalan

Suryadharma: Islam Anti Kemiskinan, Kebodohan, Kebrutalan

Suryadharma Ali (ANTARA)

Banjarmasin (ANTARA News) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Surya Dharma Ali menyatakan, Islam sejak dini anti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan kebrutalan.

Pernyataan orang nomor satu di jajaran partai politik (parpol) bertanda gambar Ka`bah itu saat berada di Banjarmasin, guna menepis stigma negatif yang selama ini ditujukan kepada Islam, demikian dilaporkan, Kamis.

Keberadaan Surya Dharma Ali yang juga Menteri Agama Republik Indonesia itu di Banjarmasin, untuk memberi pengarahan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VII PPP Kalsel dengan tema "Bersama Ummat Membangun Untuk Semua" yang berlangsung di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, 16-17 Maret 2011.

Ia mencontohkan Islam anti kemiskian dengan mengutip isi kandungan Al Quran, yang antara lain meminta umatnya agar jangan sampai miskin, karena hal itu bisa membuat kekufuran atau ingkar terhadap janji Allah Swt.

Begitu pula isyarat Islam anti kebodohan sebagaimana dimaksud dalam Al Quran ayat pertama yang diturunkan Allah Swt, yaitu iqra, yang secara harfiah berarti membaca, namun pengertian yang lebih mendalam menyuruh belajar.

"Dengan belajar diharapkan terbebas dari kebodohan dan keterbelakangan. Karena pengertian belajar tersebut meliputi semua aspek ilmu pengetahuan, bukan cuma bidang keagamaan seperti fiqih dan tauhid," tuturnya.

"Sebab sejak dulu Islam tak pernah mendikotomi antara ilmu pengetahuan keagamaan dan umum. Pendikotomian itu merupakan sikap dan pemahaman keliru, yang bisa berdampak pada kebodohan dan ketertinggalan, lanjutnya.

Karenanya pada kesempatan tersebut, dia meminta kader PPP tak perlu risau dengan ideologi Islam dari parpol yang lahir sejak 38 tahun silam itu.

"Bahkan dengan kekuatan Islam PPP bisa meraih kemenangan kembali pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, asalkan kita memahami dan melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar," tandasnya.

Menurut dia, kekalahan PPP pada Pemilu 2009 bukan karena menggunakan ideologi Islam, tapi disebabkan sumber daya manusia (SDM) yang kalah bersaing dengan parpol lain.

"Kita berharap pengalaman Pemilu lalu jangan terulang dan ke depan bisa meraih kemenangan atau peroleh suara lebih banyak lagi," demikian Surya Dharma Ali.

Dalam Muswil VII PPP Kalsel tersebut dapat dipastikan H Rudy Ariffin kembali memimpin parpol pada tingkat provinsi yang terdiri 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupatan/kota itu.

Sebab dari semua DPC parpol tersebut yang menanggapi laporan pertanggung jawaban Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kalsel, menyatakan dukungannya kepada gubernur dua periode itu, untuk kembali memimpin mereka.

Penyampaian pertanggung jawaban DPW PPP Kalsel serta tanggapan DPC-DPC seprovinsi tersebut berlangsung Rabu malam hingga menjelang pukul 24.00 Wita. (SHN/M019/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Wapres Ma'ruf ajak ekonom Islam bantu pulihkan ekonomi akibat pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar