BI: Presidensi G20 RI akan bahas mata uang digital bank sentral

BI: Presidensi G20 RI akan bahas mata uang digital bank sentral

Tangkapan layar - Gubernur BI Perry Warjiyo dalam International Conference: Road to Indonesia G20 di Jakarta, Kamis (11/11/2021). ANTARA/Youtube Kemenkeu RI/pri.

Kebutuhan efisiensi dan kecepatan sistem pembayaran dapat membuka potensi besar pasar ritel dan UMKM Indonesia untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan Presidensi G20 di Indonesia akan melanjutkan pembahasan mata uang digital bank sentral (CBDC) seiring kebutuhan mempercepat ekonomi dan keuangan digital.

"Tentunya dengan tetap konsisten sesuai kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan yang mana BI akan tetap jalankan sesuai mandat," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam International Conference: Road to Indonesia G20 di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, pembahasan CBDC menjadi salah satu langkah percepatan digitalisasi, terutama dalam mendukung pemulihan ekonomi khususnya mendorong sistem pembayaran di area digital yang sangat diperlukan.

Indonesia akan menaruh perhatian yang tinggi dalam implementasi untuk mengejar percepatan sistem pembayaran antar negara dan harmonisasi aplikasi open banking API, termasuk protokol pertukaran data.

Baca juga: Mata uang digital bank sentral pangkas waktu pembayaran lintas batas

Dua area tersebut sejalan dengan fokus BI dalam mengakselerasi kegiatan bank sentral sejak tahun 2019 untuk mengakselerasi pembayaran digital dalam mendorong ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.

"Kebutuhan efisiensi dan kecepatan sistem pembayaran dapat membuka potensi besar pasar ritel dan UMKM Indonesia untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi," tutur Perry Warjiyo.

Ia menilai kemajuan digitalisasi transaksi pembayaran pun sudah banyak terjadi di Tanah Air, seperti implementasi Quick Code Response Indonesian Standard (QRIS) lintas batas dengan Thailand serta standar nasional Open API pembayaran.

Selain itu, kata dia, konsolidasi industri ekonomi digital mulai dari perbankan digital, financial technology (fintech), serta e-commerce juga telah dilakukan.

"Nantinya kami juga akan kenalkan sistem pembayaran BI Fast, yang menjadi dasar inisiasi untuk lintas batas di ASEAN maupun global," ungkap Perry Warjiyo.

Baca juga: BI paparkan alasan belum keluarkan mata uang digital

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI sebut investasi dukung target pertumbuhan ekonomi 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar