Tokyo (ANTARA News) - Pemerintah Jepang berencana mengambialih Tokyo Electric Power Co (TEPCO), operator pembangkit listrik nuklir yang rusak, dengan menyuntikkan dana publik, tulis koran Mainichi seperti dikutip Reuters, Jumat.

Tetapi, pemerintah tidak mungkin mengambil lebih dari 50 persen perusahaan, kata seorang pejabat resmi pemerintah yang tak disebutkan namanya.

"Jika jumlah saham lebih dari 50 persen, maka artinya perusahaan dinasionalisasi. Tetapi, itu bukan apa yang jadi pertimbangan kami," kata sang pejabat pemerintah itu. (*)

Neny

Penerjemah:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011