Menkes: Vaksin COVID-19 di tiga provinsi mendekati kedaluwarsa

Menkes: Vaksin COVID-19 di tiga provinsi mendekati kedaluwarsa

Ilustrasi - Botol berlabel "COVID-19 Coronavirus Vaccine" diletakkan di atas dry ice sebagai ilustrasi ini diambil pada 4 Desember 2020. ANTARA/REUTERS/DADO RUVIC.

Kalau misalnya sudah dekat-dekat kadaluwarsa, mungkin kita bisa mengalihkan ke provinsi-provinsi lain yang masih membutuhkan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan persediaan vaksin COVID-19 di fasilitas penyimpanan dinas kesehatan di tiga provinsi semakin mendekati masa kedaluwarsa.

"Bapak Presiden menekankan bahwa tolong hati-hati dengan vaksin kedaluwarsa, jadi ada beberapa provinsi yang laporannya sampai ke beliau," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin sore.

Beberapa provinsi yang dimaksud di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca juga: Menkes: Sekolah dan melayat picu peningkatan kasus tiga pekan terakhir

Budi menyampaikan rencana Kemenkes RI untuk mengalihkan vaksin yang mendekati tanggal kedaluwarsa menuju sejumlah daerah lain yang masih membutuhkan.

"Kalau misalnya sudah dekat-dekat kadaluwarsa, mungkin kita bisa mengalihkan ke provinsi-provinsi lain yang masih membutuhkan. Kita bisa alihkan ke TNI dan Polri," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Budi juga melaporkan capaian vaksinasi di Tanah Air yang terus menunjukkan tren positif. Hingga Senin siang, sudah 216 juta suntikan yang diberikan ke 130,6 juta rakyat Indonesia, 84,5 juta sudah mendapatkan vaksinasi lengkap.

Baca juga: Sepekan, obat COVID-19 hingga MUI haramkan kripto

"Jadi dari target populasi yang 208 juta orang yang harus kita vaksinasi, 62 persen sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 40 persen sudah mendapatkan vaksinasi lengkap," katanya.

Budi mengatakan capaian vaksinasi Indonesia terus bertengger pada angka capaian 1,6 sampai 2 juta suntikan per hari.

Baca juga: Menkes: Masyarakat disiplin prokes kehidupan bisa kembali normal

Bila angka itu konsisten dicapai, kata Budi, diperkirakan sampai akhir 2021 bisa mencapai total suntikan 290 juta sampai 300 juta suntikan.

"Perkiraan untuk dosis satu 161 juta orang atau 78 persen dari target populasi dan proyeksi dosis duanya bisa mencapai sekitar 118 juta, itu mendekati 60 persen," katanya.

Baca juga: Perluasan vaksinasi menyasar kelompok anak bergulir 2022

Budi memastikan capaian tersebut melampaui target yang diarahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 40 persen dosis lengkap di akhir tahun.

Budi menambahkan stok vaksin yang dimiliki Indonesia saat ini relatif aman untuk mengejar pencapaian target akhir tahun.

"Sampai sekarang ada 276 juta. 267 juta di antaranya sudah didistribusikan ke kabupaten/kota dan provinsi, yang sudah dipakai 206 juta. Jadi masih ada stok sekitar 60 juta di kabupaten/kota dan provinsi," katanya.

Baca juga: Menkes tegaskan vaksinasi lansia masih harus digenjot


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3M
#vaksinmelindungikitasemua
 

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kendala sinkronisasi, 9.653 dosis vaksin NTB kedaluwarsa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar