Dinkes Sumsel: Vaksin Moderna dari Empat Lawang dikirim ke daerah lain

Dinkes Sumsel: Vaksin Moderna dari Empat Lawang dikirim ke daerah lain

Tenaga vaksinasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan dosis vaksin sebelum disuntikkan. ANTARA/M Riezko Bima Elko P.

Sumatera Selatan (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) memastikan vaksin COVID-19 merek Moderna yang dikembalikan oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang beberapa waktu lalu sudah dikirimkan lagi ke daerah lain.

“Sudah dikirim lagi ke daerah lain,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel Ferry Yanuar di Palembang, Senin.

Menurut dia, pada prinsipnya semua merek vaksin yang diterima masyarakat tersebut sudah dinyatakan aman dan layak untuk digunakan. Hanya saja, sosialisasinya yang dinilai masih perlu dimasifkan lagi.

Sehingga dengan begitu masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu minor atas penggunaan vaksin tersebut karena efek seperti demam setelah vaksinasi itu wajar.

Baca juga: Gugus Tugas Sumsel ingatkan zona hijau COVID-19 tidak lengah

Baca juga: Indonesia terima donasi 680.400 dosis vaksin Moderna dari Belanda


“Dipastikan aman. Sejauh ini tidak ada laporan terkait kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dari Kabupaten/Kota," ujarnya.

Setiap alokasi vaksin yang diterima dari Pemerintah Pusat langsung didistribusikan ke 17 kabupaten kota sesuai dengan porsi yang dibutuhkan oleh masing-masing daerah itu.

Saat ini Sumsel mendapatkan alokasi vaksin 500 ribu dosis per bulan dengan beragam merek vaksin yang diterima meliputi Pfizer, AstraZaneca, Sinovac ataupun Moderna.

“Kami tidak bisa memilih vaksin apa yang akan digunakan, begitupun juga untuk kabupaten kota sudah dihitung sesuai proporsinya masing-masing. Memang saat ini Pfizer dan AstraZaneca yang lebih banyak diterima,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nuainy mengatakan, dampak minor pascavaksinasi seperti demam adalah hal yang wajar asalkan proses skrining kesehatan sebelum penyuntikan dilakukan dengan benar.

“Setiap pertanyaan dari juru vaksin, harapannya dijawab masyarakat dengan sebenar-benarnya bila perlu sedetil-detilnya supaya tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.

Menurutnya, adanya pengembalian vaksin Moderna ini hanya terjadi di Kabupaten Empat Lawang. Sebagai gantinya Dinkes Sumsel mengalokasikan 3.000 dosis vaksin Pfizer dan 5.520 dosis Sinovac.

Dengan harapan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bisa mempercepat realisasi cakupan vaksinasi mereka sebab saat ini mereka menjadi daerah dengan realisasi terendah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel pada Minggu (14/11) tercatat, Kabupaten Empat Lawang mempunyai target sasaran vaksinasi sebanyak 263.670 orang dengan 11 fasilitas pelayanan kesehatan siap vaksinasi.

Dari jumlah tersebut ada 63.103 orang atau 23,93 persen selesai penyuntikan vaksinasi dosis pertama.

Penyuntikan dosis kedua tercatat ada 26.672 orang atau 10,12 persen sedangkan dosis ketiga baru ada 439 orang atau 44,52 persen.

Angka capaian tersebut mengalami peningkatan sebelumnya pada Sabtu (13/11) ada 61.835 orang atau 23,45 persen selesai penyuntikan vaksinasi dosis pertama.

Penyuntikan dosis kedua tercatat ada 26.528 orang atau 10,06 persen sedangkan dosis ketiga baru ada 438 orang atau 44,42 persen.*

Baca juga: Moderna minta izin EU untuk penggunaan vaksin COVID pada anak kecil

Baca juga: Prancis sarankan vaksin Moderna tidak untuk orang di bawah 30 tahun

Pewarta: Muhammad Riezko Bima Elko
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penerima Sinovac dan AztraZeneca dapat gunakan Pfizer sebagai penguat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar