Blatter Berusaha Rangkul FA Inggris

Blatter Berusaha Rangkul FA Inggris

Presiden FIFA Sepp Blatter. (ANTARA/AFP PHOTO/FABRICE COFFRINI)

London (ANTARA News) - Presiden FIFA Sepp Blatter berusaha merangkul Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Senin, setelah hasil yang memalukan bagi Inggris dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 Desember lalu, dengan bersikeras kalau dirinya tidak punya kepentingan pribadi untuk membawa kompetisi tersebut ke kawasan yang baru.

Dalam kunjungan pertamanya ke Inggris sejak Inggris kalah dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018, Blatter bersantap siang di Wembley bersama para ketua FA sebagai bagian dari rangkaian kampanye Blatter untuk memenangi kembali pemilihan sebagai presiden FIFA, demikian AFP melaporkan.

Hingga saat ini FIFA telah memastikan bahwa dalam pemilihan pada 1 Juni mendatang itu Blatter hanya punya satu saingan, yakni Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Mohamed Bin Hammam.

Banyak tokoh di FA yang masih marah atas penolakan FIFA terhadap pencalonan Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia, terutama setelah pernyataan Blatter yang menggarisbawahi fakta bahwa Rusia dan Qatar tidak pernah punya pengalaman menjadi tuan rumah turnamen tersebut.

Rusia dan Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dalam pertemuan itu Blatter didampingi oleh Sekretaris Jendral FIFA Jerome Valcke, sementara FA diwakili oleh ketua David Bernstein, Sekretaris Umum Alex Horne, direktur pengembangan sepak bola Sir Trevor Brooking, dan ketua hubungan internasional Jane Bateman.

Blatter menyebutkan bahwa pihaknya tidak punya strategi khusus untuk mengincar negara yang menjadi tuan rumah. Ia juga berjanji tidak akan lagi mengadakan pemilihan dua Piala Dunia dalam satu waktu sekaligus.

Sementara itu pernyataan tertulis dari FA menyebutkan bahwa pembicaraan antara Blatter mencakupi berbagai isu termasuk pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia.

"Pertemuan membahas banyak topik termasuk soal keputusan-keputusan terbaru Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional, isu terkait komite FIFA, kalender kompetisi sepak bola internasional, kepemilikan pihak ketiga, Olimpiade dan Olimpiade Penyandang Cacat yang akan dilangsungkan di Inggris tahun 2012, serta proses mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah turnamen Piala Dunia," demikian disebutkan dalam keterangan FA.

"Tuan Blatter juga memberikan FA informasi terbaru soal pencalonan dirinya sebagai presiden FIFA," tambahnya.

Bernstein telah menegaskan bahwa FA akan mempelajari manifesto dari kedua kandidat presiden FIFA sebelum mengambil keputusan siapa yang akan didukungnya.

Dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018, Inggris hanya memperoleh dua suara dari total 22 suara yang bisa diraih dari komite eksekutif FIFA. Salah satu dari dua pemilih itu adalah Wakil Presiden FIFA asal Inggris, Geoff Thompson. (E012/I015/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Piala Dunia U-20, Indonesia tunggu arahan FIFA

Komentar