Palu (ANTARA News) - Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Minggu siang tampak tenang setelah sempat menegangkan karena keributan di Bandara Syukuran Amir Luwuk, Sabtu malam.

"Sampai hari ini Luwuk aman, tidak ada gejolak apa-apa," kata seorang warga di Luwuk yang dihubungi dari Palu, Minggu.

Menurut Pian Labolo, warga Luwuk, situasi di Luwuk tetap berjalan normal. Kondisi ini berbeda dengan sehari sebelumnya yang lebih memanas karena adanya kericuhan yang dilakukan oleh pendukung salah satu pasangan calon bupati.

Para pendukung tersebut melempari terminal bandara Syukuran Amir Luwuk hingga mengakibatkan kaca-kaca bandara itu pecah berantakan.

Pada hari yang sama juga terjadi unjuk rasa ke KPU Banggai dan Polres setempat yang dilakukan oleh ratusan pendukung calon bupati incumbent, Ma`mun Amir/Faizal Mang. Mereka memprotes KPU karena kotak suara dan surat suara dimasukkan dalam kontainer sementara itu tidak diatur dalam aturan KPU.

Pengunjukrasa juga meminta dilakukan pemilihan ulang karena menduga ada kecurangan.

Anggota DPRD yang juga ketua Dewan Syuro PKB Banggai, Nurhayat, mengaku sudah menghimbau kepala-kepala desa di daerah pemilihannya, Kecamatan Toili, untuk meredam situasi. Hal itu, kata dia, bisa merugikan masyarakat karena situasi politik sedang tidak memungkinkan.

"Saya sudah beritahu bebarapa kades supaya kita menahan diri," kata Nurhayat.

Dia mengatakan, sebagai partai pendukung calon bupati Ma`mun Amir/Faisal Mang, dirinya juga merasa kecewa, namun solusinya bukan dengan cara kekerasan apalagi sampai merusak fasilitas umum.

"Kalau ada hal-hal yang tidak bisa kita terima dalam pilkada ini, mari kita tempuh melalui proses hukum ke Mahkamah Konstitusi. Mari kita kumpulkan bukti-bukti jika itu ada. Saya yakin Mahkamah Konstitusi akan membela yang benar," kata Nurhayat.

Nurhayat juga mengajak pendukung para calon untuk tidak memanas-manasi situasi melalui pesan singkat (SMS) atau dengan cara apa pun. Dia mengatakan, salah satu yang ikut memanasi situasi karena ada pesan singkat yang beredar bernada mengejek. Hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya bentrok antarpendukung calon bupati.

Sementara itu Rifai Matorang, salah satu tim relawan dari pasangan Ma`mun/Faisal mengatakan, dirinya tidak tahu kronologis dari peristiwa yang mengakibatkan kerusakan bandara Sukuran Amir.

"Maaf pak kalau kejadian kemarin saya tidak tahu persis kronologisnya," kata Rifai.

Pilkada Banggai yang berlangsung 6 April 2011 diikuti enam pasangan, yakni Zulkifli Ridwan J. Niode/Sudarman Lanusi, Fuad Muid/Henry Ombong, Ma`mun Amir/Faizal Mang, Syukri Agama/Manan Suprayogi, Musdar Amin/Abdul Haris Hakim, dan Sofhian Mile/Herwin Yatim.

Sofyan Mile dalam pesan singkatnya mengatakan, untuk sementara dirinya masih memimpin perolehan suara sementara yakni 38 persen. Pasangan Sofyan Mile/Herwin Yatim diusung oleh Partai Golkar (enam kursi), PDIP (lima kursi), PDS (dua kursi) dan Gerindra (satu kursi).

(A055/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011