Jakarta (ANTARA) - Trend healthy lifestyle semakin meningkat, Unilever Food Solutions luncurkan Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning.

"Meningkatnya tren healthy lifestyle membuka peluang besar bagi para pebisnis kuliner dalam menyajikan pilihan makanan yang lebih sehat dan bernutrisi bagi masyarakat Indonesia," kata Joy Suranta Tarigan selaku Managing Director Unilever Food Solutions saat diskusi daring, Selasa.

"Dengan mengusung pesan 'Kini Masakan Sehat Bisa Seenak Itu', kehadiran Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning dapat membantu para chef dan pebisnis kuliner untuk terus berkembang, memanfaatkan tren, dan memuaskan konsumen yang makin menggemari pola makan sehat," sambungnya.

Baca juga: Luncurkan visi cantik positif, Unilever hapus istilah "normal"

Lebih lanjut Joy menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning dengan kaldu plant base lainnya. Dia mengatakan bahwa Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning tak hanya menggunakan jamur, melainkan juga mencampur dengan sari sayur-sayuran lainnya.

"Nah, perbedaan Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning yang diluncurkan oleh Unilever Food Solution saat ini adalah ada di vagetable mix yang terdapat di dalam seasoning itu sendiri," Jelas Joy.

"Sebab terkadang rasa jamur itu terlampau strong atau mendominasi. Sehingga kemudian pada hasil akhirnya itu terpengaruh gitu ya. Nah di dalam inovasi kita yang sekarang, tidak hanya jamur tetapi kita mix juga dengan sari sayur-sayuran diantaranya wortel, bawang bombai, seledri, batang daun bawang," lanjutnya.

Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning pertama kali diluncurkan pada awal November lalu melalui platform Tokopedia. Sejak awal perilisannya, Joy memaparkan bahwa kaldu tersebut mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.

"Jadi pertama kali diluncurkan di awal November, kita bekerja sama dengan platform online Tokopedia secara ekslusif. Respon dari konsumen saat itu kita lihat juga sangat tinggi," tutur Joy.

Namun saat ini, Knorr Mushroom and Vagetable Seasoning tidak hanya dapat dibeli melalui Tokopedia. Joy mengatakan bahwa kini kaldu tersebut sudah tersedia di pasar, supermarket maupun e-commerce lain dengan harga Rp39.500 untuk 400 gram.

Baca juga: Gerakan #GenerasiPilahPlastik ajak masyarakat sadar memilah sampah

Baca juga: Meski pandemi, Unilever cetak keuntungan Rp1,7 triliun kuartal I 2021

Baca juga: Indonesia MIRAH dukung riset dokter Indonesia


Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021