Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar uang spot antarbank Jakarta Kamis sore melemah delapan poin karena pasar regional dilanda kelesuan setelah sebelumnya sempat menguat.

Rupiah ditransaksikan pada kisaran 8.662 per dolar AS, memburuk 10 poin dibanding sebelumnya posisi penutupan hari sebelumnya pada 8.654.

Direktur Utama PT Finan Corpindo Nusa Edwin Sinaga mengatakan, rupiah yang semula menguat berbalik arah menjadi melemah karena pengaruh negatif dari pasar regional.

Kekhawatiran atas radiasi nuklir di Jepang merupakan faktor yang menekan pelaku asing berhati-hati bermain di pasar, katanya.

Pasar uang domestik, menurut dia, kemungkinan masih belum terbebas dari kekhawatiran radiasi nuklir di Jepang, namun apabila faktor positif dari eksternal muncul maka rupiah akan naik tajam.

"Kami optimis rupiah akan kembali membaik dalam waktu tidak lama. Jadi koreksi yang terjadi akibat kekhawatiran yang berlebihan," ucapnya.

Edwin Sinaga mengatakan, pelaku asing saat ini hanya menunggu dan melihat pasar, sehingga aktifitas perdagangan tidak begitu ramai, mereka cenderung menahan diri.

Meski demikian, peluang rupiah untuk naik cukup besar yang diperkirakan akan dapat mencapai 8.600 per dolar, ujarnya.

Melemahnya rupiah, lanjut dia, juga karena pasar modal Indonesia cenderung merosot akibat memburuknya saham-saham regional. Padahal, sentimen positif di pasar internal cukup tinggi.

"Kami memperkirakan koreksi tidak berjalan lama, sehingga pasar uang dan pasar saham kembali positif, ujarnya.

(H-CS/A027)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011