BPBD Kota Batu minta warga waspadai potensi bencana tanah longsor

BPBD Kota Batu minta warga waspadai potensi bencana tanah longsor

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu tengah membersihkan material sisa longsor di jalur antar kota yang menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri, di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021). (ANTARA/HO-BPBD Kota Batu)

Kurangnya tanaman penyangga erosi mengakibatkan tanah longsor
Kota Batu, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi bencana tanah longsor, khususnya pada jalur yang menghubungkan wilayah Kota Batu dengan Kabupaten Malang, dan Kabupaten Kediri.

Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis mengatakan para pengguna jalan yang melintas di kawasan Payung, atau jalur yang mengarah ke Kecamatan Pujon, Malang dan Kabupaten Kediri diminta untuk mewaspadai adanya potensi longsor.

"Pengguna jalan di area Payung, harap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan," kata Agung.

Agung menjelaskan, pada Rabu (24/11) malam, pada jalur Payung atau Jalan Brigjend Moh Manan, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu terjadi tanah longsor yang sempat mengganggu akses jalan di kawasan itu.

Dimensi tanah longsor tersebut berukuran 6x4 meter dengan lebar timbunan dua meter. Kejadian tanah longsor tersebut dilaporkan tidak menyebabkan adanya korban dari warga yang melintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Pemerintah Kota Batu mulai bangun rumah warga terdampak banjir bandang

Baca juga: Perbaikan infrastruktur terdampak banjir di Kota Batu dipercepat


Menurut dia setengah badan jalan di area tersebut tertutup material longsor sehingga menyebabkan arus kendaraan sedikit tersendat. BPBD Kota Batu telah melakukan pembersihan material longsor, dan saat ini kondisi telah normal kembali.

Ia menambahkan, kejadian tanah longsor tersebut disebabkan adanya hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kota Batu. Selain itu, kurangnya tanaman penyangga juga mengakibatkan kejadian tanah longsor tersebut.

"Hujan intensitas tinggi dan kurangnya tanaman penyangga erosi mengakibatkan tanah longsor," ujarnya.

Dalam dua hari terakhir, hujan deras di wilayah Kota Batu menyebabkan sejumlah kejadian bencana diantaranya luberan air di Dusun Banaran, Desa Bulukerto dan ambrolnya plengsengan teknis di dua titik yakni Desa Torongrejo dan Kelurahan Temas.

Baca juga: Banjir bandang Kota Batu bukan mencari siapa, tapi apa yang salah?

Baca juga: Kunjungi Kota Batu, Menteri PUPR tinjau penanganan banjir bandang


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kota Batu berbenah setelah dihadang banjir bandang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar