"Mencintai Hati yang Tak Cinta", karya terbaru dari Arsy Widianto

"Mencintai Hati yang Tak Cinta", karya terbaru dari Arsy Widianto

Penyanyi Arsy Widianto (ANTARA/Ho)

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Arsy Widianto memperkenalkan karya terbarunya yang berjudul "Mencintai Hati yang Tak Cinta".

Masih bertemakan cinta dengan nuansa pop ballad, Arsy menulis sendiri lirik lagu "Mencintai Hati yang Tak Cinta". Untuk urusan aransemen musik, lagu tersebut dibantu oleh sang ayah Yovie Widianto.

"Dilihat dari liriknya, lagu ini menceritakan tentang sebuah percintaan yang tak sampai, sebuah cinta yang tak terbalas sehingga apa yang dilakukan ibaratnya hanya bertepuk sebelah tangan," ujar Arsy dikutip dari keterangan resminya pada Sabtu.

Arsy mengatakan tema cerita dari lagu "Mencintai Hati yang Tak Cinta" sangat ringan dan dialami oleh banyak orang.

Dari sisi aransemen juga terkesan minimalis, namun dikemasnya dengan sangat manis. Tidak berlebihan dalam memberikan ruang suara dari instrumen yang disajikan sehingga terkesan ringan namun setiap nada yang ditampilkan sangat mengena.

Kualitas vokal Arsy dalam "Mencintai Hati yang Tak Cinta" juga semakin mumpuni sehingga menjadikan lagu ini menjadi kesatuan yang apik untuk dinikmati. Arsy semakin lihai untuk merepresentasikan aransemen musik yang diracik oleh sang ayah.

"Lewat lagi ini harapannya ada yang relate dengan ceritanya, sehingga mampu mencari jalan keluar dari situasi tersebut. Entah itu meninggalkannya, atau mungkin memang cukup bersabar saja untuk tetap menunggu," kata Arsy.

"Mencintai Hati yang Tak Cinta" sudah dapat dinikmati melalui semua layanan musik digital.

Baca juga: Duet Arsy Widianto dan Tiara Andiri hadirkan "Memilih Aku"

Baca juga: Arsy Widianto &Tiara Andini akhiri proyek cinta lewat single "Bahaya"

Baca juga: Arsy Widianto rilis lagu patah hati "Padamu Luka"

 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

AntaraKita: Anti Rebahan, a showcase by Mr. Jarwo (bagian dua)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar