Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi tahun kalender 2005 sama dengan laju inflasi year-on-year (Desember 2005 dibanding Desember 2004), yakni 17,11 persen. Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, mengatakan, kelompok yang memberikan andil tertinggi pada inflasi 2005 adalah perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, yakni sebesar 3,89 persen. Sementara komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi nasional adalah tarif angkutan dalam kota sebesar 2,79 persen dan bensin 2,61 persen. Choiril menjelaskan bahwa pada Desember 2005, terjadi deflasi 0,04 persen yang diakibatkan penurunan indeks kelompok bahan makanan sebesar 1,34 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,02 persen. Dari 45 kota, BPS mencatat 25 kota mengalami deflasi dan 20 kota mengalami inflasi. Deflasi terbesar terjadi di Padang, sekitar 1,62 persen, dan deflasi terkecil di Samarinda sebesar 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh sebesar 3,23 persen dan terendah di Pangkal Pinang serta Serang-Cilegon sebesar 0,04 persen. Lima kelompok yang mengalami inflasi pada Desember 2005, adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,64 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,35 persen), kelompok sandang (0,8 persen), kesehatan (0,59 persen), serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,04 persen). Komoditas yang mengalami penurunan harga selama Desember 2005 antara lain cabe merah, cabe rawit, gula pasir, minyak goreng, bensin, dan minyak tanah. Sementara yang mengalami kenaikan harga, antara lain beras, nasi dengan lauk, emas/perhiasan, makanan ringan, kopi bubuk, batu bata.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2006