Kemenkes: 93,46 persen sekolah sasaran Pamsimas miliki sanitasi layak

Kemenkes: 93,46 persen sekolah sasaran Pamsimas miliki sanitasi layak

Tangkapan layar Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang (bawah) dalam webinar "Hari Toilet Sedunia", Senin (29/11/2021). ANTARA/Sanya Dinda

Ini sudah terbaik tapi masih memerlukan upaya yang lebih lagi
Jakarta (ANTARA) - Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Vensya Sitohang mengatakan sebanyak 93,46 persen sekolah yang menjadi sasaran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) sudah memiliki sanitasi yang layak.

"Saat ini sudah tercapai 93,46 persen dari target. Ini sudah terbaik tapi masih memerlukan upaya yang lebih lagi," kata Vensya dalam webinar "Hari Toilet Sedunia" yang dipantau di Jakarta, Senin.

Menurutnya sampai akhir tahun 2021 pemerintah menargetkan setidaknya 95 persen sekolah yang menjadi sasaran Pamsimas telah memiliki sanitasi layak. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kemenkes juga bekerja sama dengan pihak lain untuk mempercepat setiap sekolah di Indonesia memiliki sanitasi yang layak, bahkan aman. Menurutnya inovasi program peningkatan ketersediaan sanitasi di sekolah perlu ditingkatkan.

"Juga perlu monitoring dan kolaborasi antar siswa dan guru. Tadi saya sempat membaca ada siswa yang kalau salah dihukum membersihkan toilet, harusnya ini tidak hanya menjadi hukuman saja," katanya.

Pihak sekolah juga perlu mengedukasi siswa bahwa perawatan toilet adalah tanggung jawab bersama. Kalau perlu, sekolah membuat jadwal piket membersihkan toilet bagi tiap siswa.

"Kemenkes bersama mitra pembangunan sanitasi juga telah mengembangkan inovasi berupa modul kegiatan intervensi kesehatan lingkungan di sekolah, khususnya untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS)," imbuhnya.

Kemenkes juga memastikan agar air minum bagi warga sekolah aman dikonsumsi melalui kantin sehat.

"Lebih dari itu, untuk mendukung program pencegahan stunting melalui intervensi spesifik, terdapat program pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri di sekolah dan pemberian gizi sehat," imbuhnya.
Baca juga: Kemendes PDTT dukung program penyediaan air bersih warga desa
Baca juga: Bupati Kutai Kartanegara resmikan pamsimas di Desa Siran
Baca juga: Lima desa di Bangka Barat menerima bantuan program Pamsimas


Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkab Bangka anggarkan Rp1 M untuk perbaikan ventilasi dan sanitasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar