Kemenkes apresiasi kampanye #KerenDimakan UN WFP

Kemenkes apresiasi kampanye #KerenDimakan UN WFP

(Dari kiri atas) Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, dr. Imran Agus Nurali; Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian PPN/Bappenas Woro Srihastuti Sulistyaningrum; (dari kiri bawah) Direktur WFP untuk wilayah Indonesia Jennifer Rosenzweig, dan Maudy Koesnaedi dalam peluncuran kampanye #KerenDimakan, Selasa (7/12/2021). (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO mengapresiasi komitmen United Nations World Food Programme (UN WFP) dalam memastikan pemenuhan gizi seimbang remaja Indonesia melalui kampanye digital #KerenDimakan.

Inisiatif kampanye tersebut, kata Imran, mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan mempromosikan Pedoman Gizi Seimbang.

“Kami berharap kampanye digital #KerenDimakan bisa menyasar remaja sebagai kelompok generasi muda yang paling penting untuk pembangunan bangsa di masa mendatang,” kata Imran melalui keterangan resmi pada Selasa.

Baca juga: Kiat mengatur makan agar diet sehat dan efektif

Selain mendukung program GERMAS, kampanye tersebut juga memperkuat pilar kedua Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024, kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku.

Sementara itu, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian PPN/Bappenas Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan pembangunan kualitas remaja dan pemuda dalam kerangka “SDM Unggul Indonesia Maju” tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus bersinergi secara holistik dengan memperhatikan siklus hidup sejak prenatal, usia anak, dan remaja.

“Terima kasih atas terbentuknya inisiatif kampanye digital #KerenDimakan dan menegaskan kembali pentingnya keterlibatan semua pihak untuk berinvestasi pada anak, remaja dan pemuda sebagai upaya membangun SDM yang berkualitas dan berdaya saing karena mereka adalah kita,” kata Woro.

Head of Nutrition UN WFP dr. Melania Gondomartojo menyebutkan lebih dari 95 persen remaja Indonesia kurang konsumsi sayur dan buah, menurut data Riset Kesehatan Dasar pada 2018.

Hasil penelitian UN WFP bersama Kantar pada 2021 juga menunjukkan bahwa hanya 57 persen remaja yang mengonsumsi setengah sampai satu porsi buah dan 65 persen lainnya mengonsumsi setengah sampai satu porsi sayur.

Baca juga: Rekomendasi pola makan kurangi risiko penyakit jantung

Padahal, kata Melania, Kementerian Kesehatan dan WHO menganjurkan lima porsi buah dan sayur per hari.

“Lewat kampanye digital #KerenDimakan, UN WFP ingin menekankan pentingnya konsumsi sayur dan buah untuk remaja Indonesia, khususnya bagi pertumbuhan remaja yang optimal dan peningkatan kualitas generasi masa depan,” ujar Melania.

Senada dengan Meliana, Direktur WFP untuk wilayah Indonesia Jennifer Rosenzweig mengatakan remaja Indonesia membutuhkan kombinasi zat gizi yang cukup dalam sayur dan buah untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangannya.

Ia berharap kampanye #KerenDimakan dapat menjangkau remaja Indonesia untuk meningkatkan kesadaran pola hidup sehat serta mendorong mereka mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah setiap hari.

“Bersama Pemerintah, WFP mengajak sebanyak mungkin pemangku kepentingan, baik dari sektor publik dan swasta, agar menjadi lebih kreatif dan inovatif, mendengar kebutuhan remaja dan mendukung kampanye digital #KerenDimakan,” kata Rosenzweig.

Baca juga: Peningkatan kualitas SDM dimulai dari kesehatan generasi muda

Baca juga: Cara Maudy Koesnaedi biasakan anak makan sayur dan buah

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes: Penerima vaksin Pfizer belum bisa vaksinasi booster

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar