BNP2TKI Kerja Sama dengan 5.000 BMT

BNP2TKI Kerja Sama dengan 5.000 BMT

Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Arab Saudi membawa barang mereka setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/5). Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memulangkan sekitar 2.349 TKI yang overstay di Jeddah, Arab Saudi, dengan menggunakan KM Labobar. (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerja sama dengan 5.000 lembaga keuangan syariah "Baitul Maal Wat-Tamwil" (BMT) dalam program pemberian kredit untuk TKI.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Baitul Maal Wat-Tamwill Seluruh Indonesia (Absindo) M Amin Azis di Jakarta, Kamis.

Absindo beranggotakan 5.000 BMT yang pada umumnya berupa koperasi jasa keuangan syariah atau unit jasa keuangan syariah yang tersebar di berbagai pelosok Tanah Air dan di luar negeri seperti Hong Kong dan Malaysia.

"BMT sebagai jaringan keanggotaan Absindo terutama berada di basis-basis TKI di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," kata Keta Umum Absindo Aries Muftie.

Aries menjelaskan sejak Absindo berdiri pada Desember 2005, menjalankan kegiatan berupa pelatihan calon TKI, di samping membiayai keberangkatan calon TKI ke luar negeri untuk kawasan Timur Tengah, Malaysia, maupun Hong Kong.

Absindo pun memfasilitasi pembiayaan usaha TKI yang dijalankan keluarganya di daerah, termasuk mendidik kewirausahaan mantan TKI disertai bantuan biaya serta pendampingan manajemen kegiatan usaha, paparnya.

"Kami juga mendorong mantan TKI untuk mengembangkan uang tabungannya dengan menjadi investor di BMT, sehingga uangnya dapat berputar dan tidak habis begitu saja," ujarnya, menjelaskan.

Sedangkan Perwakilan Absindo di luar negeri, kata Aries, sejauh ini bergerak sebagai pihak yang menghimpun pembayaran angsuran pinjaman TKI saat berangkat ke luar negeri.

"BMT di Hong Kong dan Malaysia malah dipercaya mengelola pengiriman uang TKI (remitansi) ke Tanah Air hingga diterima oleh keluarga masing-masing di tempat asalnya," ujarnya.

Terkait MoU dengan Absindo, Jumhur mengatakan kerja sama keduanya meliputi pembiayaan penempatan TKI ke luar negeri melalui pemberian kredit penempatan TKI beserta tata cara pengembalian kredit berdasarkan sistem dalam jaringan ("online") yang memuat sarana (bentuk) perlindungan dan pengelolaan keuangan, berikut kewirausahaan bagi TKI.

Kerja sama BNP2TKI-Absindo itu berlangsung untuk dua tahun ke depan.

"Melalui kerja sama ini, BNP2TKI akan mendorong Absindo dan seluruh anggotanya untuk memberikan bantuan pinjaman dana kepada TKI, selain menumbuhkan kesadaran TKI guna pengembalian dana tersebut secara benar," ujar Jumhur.

Adapun tanggung jawab Absindo, sesuai MoU, meliputi (1) menyediakan pembiayaan terhadap TKI ataupun usaha mantan TKI dan keluarganya berdasarkan jaringan keanggotaan yang dimiliki, (2) membangun sistem ataupun tata cara pengembalian kredit TKI melalui sistem informasi teknologi, dan (3) menyediakan "database" (basis data) serta sistem pelaporan keuangan yang berkaitan kerja sama dengan BNP2TKI.
(B009)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2011

BP-Jamsostek lacak kepesertaan TKI Magetan

Komentar