Ketua DPD harap penetapan 289 WBTb tak sekedar seremonial

Ketua DPD harap penetapan 289 WBTb tak sekedar seremonial

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat kunjungan kerja di Pekanbaru, Riau. ANTARA/HO-DPD

Kebudayaan merupakan warisan asli bangsa Indonesia sebagai identitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari
Pekanbaru (ANTARA) - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi penetapan 289 warisan budaya tak benda (WBTb), yang ada di 28 provinsi di Indonesia pada 2021 dengan harapan hal itu bukan sekedar seremonial belaka.

LaNyalla saat berkunjung ke Pekanbaru, Riau, Rabu, berharap penetapan itu tidak hanya sekadar menjadi catatan dan seremonial tetapi ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata untuk terus dilestarikan agar tidak punah atau diklaim oleh negara lain.

"Penetapan warisan budaya tak benda itu harus diikuti dengan langkah konkrit dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia. Juga menjaga eksistensinya secara turun temurun sehingga tidak ada ruang bagi negara lain melakukan klaim," ucapnya.

LaNyalla juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menjaga warisan budaya karena penetapan WBTb juga menjadi kekayaan yang harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam pelestariannya.

"Seluruh masyarakat Indonesia harus mempunyai kesadaran yang sama akan pentingnya menjaga warisan tersebut. Lebih utama lagi para generasi muda sebagai pewaris dan penerus kebudayaan," papar dia.

Ditambahkan oleh senator asal Jawa Timur itu, aksi nyata yang dapat dilaksanakan misalnya dengan menyelenggarakan festival, seminar, sarasehan atau dimasukkan dalam kurikulum pendidikan yang substansinya dapat disesuaikan dengan tradisi daerah masing-masing.

"Upaya-upaya itu untuk membangkitkan semangat pelestarian warisan budaya tak benda. Agar para seniman, budayawan dan masyarakat bersama-sama berkreasi, belajar, mengenal dan memaknai kembali identitas bangsa sebagai manusia Indonesia," ucap dia.

"Karena kebudayaan merupakan warisan asli bangsa Indonesia sebagai identitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari," imbuhnya.

Pada 2021, terdapat 859 WBTb yang diusulkan oleh 33 provinsi. Namun, melalui proses penilaian dan sidang penetapan, tim ahli WBTb menetapkan 289 WBTb Indonesia.

Sejak adanya penetapan WBTb Indonesia pada 2013, Indonesia memiliki 1.528 WBTb yang tersebar di seluruh provinsi.

"Terpenting lagi pemerintah pusat dan daerah serta elemen lain yang peduli pada budaya berkomitmen dan bersinergi dengan baik. Sinergi bisa dilakukan melalui upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan," tuturnya.

WBTb yang ditetapkan antara lain kesenian Gambyong Retno Kusumo dari Kota Surakarta, kesenian Wayang Topeng Kedungpanjang Soneyan dari Kabupaten Pati, kesenian Musik Tong-Tong Sumenep dari Kabupaten Sumenep, kesenian Syair Antau Kopa dari Provinsi Riau, dan kesenian Ja’i dari Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ada juga kuliner Mendoan Banyumas dari Kabupaten Banyumas, kuliner Gulo Puan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, kuliner Ledre dari Kabupaten Bojonegoro, kerajinan souvenir Jemparingan dari Provinsi DI Yogyakarta, dan kerajinan souvenir gantungan kunci berlogo Coka Iba dari Provinsi Maluku Utara.

Baca juga: Ketua DPD RI dorong pemerintah riset mitigasi kebencanaan
Baca juga: Teras: Pertimbangan KPU rencanakan Pemilu 21 Februari 2024 sudah tepat
Baca juga: Ketua DPD anggap restorasi cagar budaya hidupkan ekonomi daerah

Pewarta: Vera Lusiana
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ketua DPD sebut pandemi beri hikmah untuk mengetahui kelemahan fundamental

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar