5.354,8 hektare lahan Perhutani terdampak erupsi Gunung Semeru

5.354,8 hektare lahan Perhutani terdampak erupsi Gunung Semeru

Lahan pertanian tomat tertimbun material guguran awan panas Gunung Semeru di Curah Koboan, Pronojiwo, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). Lahan pertanian di kawasan tersebut rusak dan gagal panen akibat letusan Gunung Semeru. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/YU)

Surabaya (ANTARA) - Luas lahan Perum Perhutani Wilayah Kawasan Hutan sekitar Gunung Semeru KPH Probolinggo, Jawa Timur, yang terdampak letusan gunung tersebut mencapai 5.354,80 hektare, yang terbagi menjadi dua bagian yakni terdampak parah dan sedang.

Sekretaris Divisi Regional (Divre) Perhutani Jawa Timur Dandit Pudyantoro dikonfirmasi di Surabaya, Rabu, mengatakan untuk terdampak parah mencapai 1.999,80 hektare, dengan jenis tanaman adalah kopi, rimba Campur, dan pinus.

Sedangkan untuk terdampak sedang mencapai 3.355.00 hektare, dengan jenis tanaman seperti jati, pinus, sengon, mahoni, rimba campur, bambu, rekisi, kopi serta cengkeh.

Baca juga: Akses masuk Kampung Renteng dijaga berlapis cegah warga menonton

Ia mengatakan dari beberapa jenis tanaman yang mengalami kerusakan paling luas adalah kopi dengan total 1.489,30 hektare, sedangkan yang mengalami kerusakan dengan luasan kecil adalah jenis tanaman rekisi yakni mencapai 6.90 hektare.

"Hingga saat ini kami dari Perhutani Divre Jatim bekerja sama dengan Perhutani KPH Probolinggo masih terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan mendirikan posko evakuasi di beberapa titik," katanya.

Baca juga: Kadin sebut enam sektor ekonomi Lumajang-Malang terdampak Semeru




Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

TNI bersihkan lahan relokasi pengungsi APG Semeru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar