Dolar tetap lemah di Asia dengan Omicron masih jadi perhatian utama

Dolar tetap lemah di Asia dengan Omicron masih jadi perhatian utama

Seorang pembeli menghitung uang dolar Amerika Serikat yang ditukarnya di gerai penukaran valuta asing, Jakarta. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Hong Kong (ANTARA) - Dolar AS gagal menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di sesi Asia pada Kamis pagi, karena pasar melihat optimisme dalam data awal yang mengisyaratkan varian baru virus corona Omicron mungkin tidak seburuk yang ditakutkan, bahkan saat pembatasan baru COVID-19 di Inggris merugikan sterling.

Euro berada di 1,1338 dolar AS, setelah naik 0,7 persen pada Rabu (8/12/2021) ke tertinggi seminggu di 1,1354 dolar AS, dan dolar Aussie berada di 0,7168 dolar AS tak jauh dari tertinggi seminggu pada Rabu (8/12/2021), setelah reli aset-aset berisiko pertengahan minggu seperti ekuitas telah membantu mata uang.

Indeks dunia semua negara MSCI kembali ke level tertinggi sepanjang masa, setelah mengalami hari terbaiknya dalam lebih dari satu tahun pada Selasa (7/12/2021) dan naik lebih lanjut pada Rabu (8/12/2021).

Pasar bergolak akhir pekan lalu oleh berita tentang jenis baru COVID-19, yang mendorong investor ke tempat yang aman, tetapi sejak itu mendapat kepercayaan diri dari tanda-tanda bahwa ketakutan terburuk mungkin tidak terwujud.

BioNTech dan Pfizer mengatakan pada Rabu (8/12/2021), tiga suntikan vaksin COVID-19 mereka menetralkan varian baru Omicron dalam tes laboratorium, sinyal awal bahwa suntikan booster dapat menjadi kunci perlindungan terhadap infeksi dari varian yang baru diidentifikasi.

"Ini sangat virus-on virus-off di pasar valas, dan saya pikir kita akan terjebak dengan ini untuk sementara waktu," kata Paul Mackel, kepala penelitian valas global di HSBC. "Risiko utama yang terkait dengan Omicron sangat tinggi, sangat membingungkan, dan membuat pergerakan harian cukup fluktuatif."

Menggambarkan hal ini, pound turun ke level terendah satu tahun pada Rabu (8/12/2021) setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberlakukan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat di Inggris, memerintahkan orang untuk bekerja dari rumah, memakai masker di tempat umum dan menggunakan tiket vaksin.

Pound rebound sedikit ke perdagangan terakhir di 1,3202 dolar AS.

Juga di benak para pedagang adalah pertemuan Federal Reserve AS minggu depan, di mana bank sentral dapat mengumumkan percepatan pengurangan program pembelian obligasi.

Sebelum kedatangan varian Omicron, langkah yang berbeda di mana bank-bank sentral global akan menaikkan suku bunga telah menjadi faktor utama yang membentuk pasar mata uang.

Dolar Kanada sebagian besar tidak berubah setelah bank sentral Kanada mempertahankan suku bunga utama semalam di 0,25 persen, seperti yang diperkirakan, dan mempertahankan panduannya bahwa kenaikan pertama bisa datang segera setelah April 2022, setelah naik ke level tertinggi sekitar tiga minggu menjelang pertemuan bersama dengan harga minyak yang lebih tinggi.

Bitcoin hampir datar pada Rabu (8/12/2021) di 50.400 dolar AS, setelah para eksekutif puncak dari enam perusahaan mata uang kripto besar termasuk Coinbase dan Circle mendesak Kongres untuk memberikan aturan yang lebih jelas bagi industri bernilai 3 triliun dolar AS yang sedang booming itu.

Baca juga: Dolar tergelincir karena kekhawatiran Omicron mereda, Aussie menguat
Baca juga: Rupiah lanjut menguat, ditopang redanya kekhawatiran Omicron
Baca juga: Mata uang "safe haven" melemah, tertekan harapan gejala Omicron ringan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Akhir pelarian Maria Pauline Lumowa yang membobol Bank BNI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar