Saham China ditutup naik 3 sesi beruntun, dipicu harapan stimulus

Saham China ditutup naik 3 sesi beruntun, dipicu harapan stimulus

Ilustrasi - Para investor sedang memantau pergerakan saham di Bursa Saham China. ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Shanghai (ANTARA) - Saham-saham China ditutup menguat pada perdagangan Kamis, mencatat kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut, karena inflasi tingkat pabrik yang melambat menambah harapan investor bahwa pembuat kebijakan mungkin dapat bertindak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai bertambah 0,98 persen atau 35,47 poin menjadi menetap di 3.673,04 poin, sedangkan indeks saham-saham unggulan CSI300 melonjak 1,66 persen atau 82,76 poin menjadi berakhir di 5.078,69 poin.

Inflasi gerbang pabrik China sedikit mendingin pada November, didorong oleh tindakan keras pemerintah terhadap harga-harga komoditas yang tidak terkendali dan krisis listrik yang mereda, berpotensi memberi pembuat kebijakan beberapa keleluasaan untuk melepaskan lebih banyak stimulus.

Subindeks sektor keuangan terangkat 1,55 persen, sektor kebutuhan pokok konsumen bertambah 1,78 persern dan subindeks perawatan kesehatan melonjak 2,58 persen.

Baca juga: Saham China ditutup lanjut naik, Indeks Shanghai melonjak 1,18 persen

Indeks real estat meningkat 2,42 persen karena harapan restrukturisasi utang yang dikelola di pengembang China Evergrande Group menenangkan kekhawatiran keruntuhan perusahaan yang berantakan setelah melewatkan tenggat waktu pembayaran utang minggu ini.

Hak-hak pemegang saham dan kreditur Evergrande akan "dihormati sepenuhnya" berdasarkan senioritas hukum mereka, kata gubernur bank sentral Yi Gang pada Kamis.

Indeks Shenzhen yang lebih kecil berakhir 0,84 persen lebih tinggi dan indeks Komposit ChiNext papan start-up naik 1,01 persen.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia di luar Jepang menguat sebesar 0,7 persen, sedangkan Indeks Nikkei Jepang ditutup 0,47 persen lebih rendah.

Yuan turun menjadi 6,3444 per dolar AS dari penutupan pada Rabu (8/12/2021) di 6,3438 meskipun titik tengah hariannya ditetapkan pada level tertinggi tiga setengah tahun, tetapi tetap mendekati level tertinggi sejak Mei 2018.

Sepanjang tahun ini, indeks saham Shanghai telah terangkat 5,8 persen dan CSI300 telah jatuh 2,5 persen, sedangkan indeks saham-H China yang tercata di Hong Kong anjlok 19,4 persen. Saham Shanghai telah naik 3,06 persen bulan ini.

Baca juga: Saham Australia berakhir merosot, Indeks ASX 200 turun 0,28 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar