Jakarta (ANTARA News)- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi cenderung bertahan, karena pelaku pasar hati-hati untuk melakukan pembelian meski dolar AS di pasar global turun.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun dua poin menjadi Rp8.552 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp8.550.

Direktur Finance And Operations, PT Bank Muamalat, Hendiarto Jakaria di Jakarta, Selasa mengatakan, pelaku pasar masih belum bereaksi positif terhadap rupiah dengan melemahnya dolar di pasar global.

Dolar AS terhadap euro melemah dari 1,4335 menjadi 1,4255 dan dolar terhadap yen dari 80,51 menjadi 80,34.

Pelaku pasar hanya melepas rupiah dalam jumlah relatif kecil, katanya.

Rupiah, lanjut dia seharus dapat bergerak naik karena kondisi pasar yang positif baik dari internal maupun eksternal.

Pelaku pasar juga tidak melihat Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi untuk menahan gejolak rupiah yang cenderung positif, katanya.

Jadi, menurut dia koreksi terhadap rupiah yang relatif kecil itu, karena pelaku lokal saja yang ingin mencari untung.

Namun aksi lepas itu tidak berlanjut, karena pasar global yang positif dan turunnya dolar menahan aksi mereka lebih lanjut, ucapnya.

Indonesia, menurut dia masih merupakan tumpuan harapan bagi investor asing untuk mencari untung yang tinggi karena pasar masih memungkinkan.

Karena itu pemerintah harus dapat memanfaatkan arus dana asing di pasar domestik agar mereka tidak begitu saja menarik dananya apabila terjadi sesuatu negatif di pasar.

"Kami optimis pemerintah akan melakukan hal yang terbaik agar pelaku asing merasa nyaman melakukan investasinya di pasar domestik," ucapnya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011