Yogyakarta (ANTARA News) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin, menghadiri acara pembekalan struktural partai dan Caleg PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta di Jogja Expo Center (JEC).

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan Taufiq Kiemas itu Sultan memberikan sambutan di hadapan ribuan kader partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut.

Sultan mengatakan, kehadirannya dalam acara PDI Perjuangan itu sebagai Gubernur DIY, bukan sebagai calon presiden (capres) atau yang lainnya, sehingga tidak usah ditafsirkan macam-macam.

"Saya datang ke sini (acara PDI Perjuangan) sebagai gubernur, dan merupakan suatu kehormatan bagi saya diundang hadir," kata Sultan yang telah mendeklarasikan diri sebagai capres pada Pemilu 2009.

Menurut dia, kegiatan itu menjadi bermakna karena momentum untuk melakukan konsolidasi kader yang yang bernaung di rumah besar kaum nasionalis yang menyatukan diri dalam Pancasila.

"Sehubungan dengan hal itu, PDI Perjuangan diharapkan dapat menjadi rumah demokrasi yang nyaman dari berbagai kelompok, agama, etnis, dan golongan untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih demokratis," katanya.

Ia mengatakan, Pancasila sebagai ideologi terbuka harus terus-menerus disegarkan oleh kader PDI Perjuangan sehingga selalu hidup di kalbu masyarakat dan dapat menjadi filosofi bangsa.

"UU mengamanatkan tujuan dibentuknya partai politik (parpol) untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks itu, kekuasaan bukanlah tujuan tetapi sekedar alat untuk mencapai tujuan," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, forum itu merupakan wahanayan tepat untuk menjawab pertanyaan masyarakat dengan pernyataan politik partai melalui pembangunan bangsa dengan memperjuangkan isu yang aktual.

"Forum itu diharapkan dapat meningkatkan moralitas kader bukan sekedar tebar pesona, dan ditindaklanjuti dengan unjuk kinerja membangun bangsa yang dapat memberi nilai manfaat yang dapat dirasakan langsung `wong cilik` (rakyat kecil)," katanya.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009