Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan bahwa perbankan nasional saat ini masih memiliki kekurangan terutama dari sisi efisiensi yang masih harus segera ditingkatkan.

"Perbankan sudah lebih baik namun kekurangannya adalah efisiensinya. BI sangat fokus pada area ini dan efisiensi akan lahir dalam mekanisme persaingan yang normal meski waktunya lebih panjang," kata Darmin di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya, BI telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempercepat efisiensi dengan jalan meningkatkan kompetisi antarperbankan antara lain dengan mensyaratkan pengumuman Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

"Kita tidak bermimpi efisiensi akan terjadi 1 - 2 tahun lagi, tapi sekitar 3 - 4 tahun lagi akan terlihat hasilnya," katanya.

Hasil dari SBDK ini katanya akan dijadikan benchmark oleh BI dan diperbandingkan dengan bank lain untuk dibenahi dengan kerangka waktu yang jelas seperti soal struktur biaya dan SDM.

Sementara mengenai penyaluran kredit, Darmin menilai pertumbuhan kredit yang mencapai 23 persen pada kwartal I lalu sudah cukup baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, apalagi komposisinya lebih banyak kredit investasi dan kredit modal kerja dibanding untuk konsumsi.

Menurutnya, pertumbuhan kredit 23 - 26 persen masih dapat diterima untuk pertumbuhan ekonomi 6,5 - 7 persen dan tidak akan mendorong inflasi.

Dikatakan Darmin, laju inflasi belakangan agak mereda dan diperkirakan Mei ini laju inflasi akan rendah sekali bahkan bisa deflasi.

"Inflasi kwartal 3-4 tergantung pada stok beras dan musim. BI tetap dengan stance kebijakan yang cenderung untuk mengendalikan supaya demand tidak terlalu besar," katanya.

(D012/B012)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011