Semarang (ANTARA News) - Dua jenazah terduga teroris yang tewas dalam penyergapan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di Sukoharjo, hingga Minggu sore masih di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah, Semarang, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah petugas Brimob Polda Jawa Tengah menjaga sekitar lingkungan rumah sakit dengan bersenjata lengkap.

Dari informasi yang dihimpun, kedua jenazah yang diketahui bernama Sigit Qurdowi dan Endro Yunanto itu masih akan diperiksa DNA guna identifikasi, sedangkan proses autopsi sudah dilakukan sebelumnya oleh tim medis.

Polisi menggerebek pertigaan Jalan Palagan Tentara Pelajar Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu dini hari (14/5).

Polisi dari Densus 88 Antiteror Mabes Polri melumpuhkan dua orang di situ setelah didahului baku tembak.

Selanjutnya dua jenazah terduga teroris dan jenazah seorang penjual minuman yang terkena tembakan itu tiba di RS Bhayangkara di Semarang Sabtu itu juga pukul 12.20 WIB.

Dua jenazah terduga teroris tersebut dipindahkan dari RS Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan ambulans Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah.

Mayat penjual minuman yang diketahui bernama Nuriman (40) diangkut menggunakan ambulans Dokpol Polda DIY dan sekitar pukul 17.30 WIB jenazah Nuriman dikembalikan ke pihak keluarga setelah diotopsi. (*)

KR-WSN/B013

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011