Jakarta (ANTARA News) - Ketua Karang Taruna nasional Taufan EN Rotorasiko menilai kisruh kongres PSSI bisa memicu semangat nasionalisme pemuda semakin melorot.

"Maka dari itu, kami turut berduka cita atas gagalnya kongres PSSI," kata Taufan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.

Lebih lanjut Taufan menegaskan bahwa sepakbola sebagai salah satu alat pemersatu bangsa di kalangan anak muda sehingga kisruh kongres kemarin akan berpengaruh terhadap semangat nasionalisme generasi muda kita.

Berbagai pengalaman dukungan terhadap tim merah putih seperti ketika dalam laga Piala Asia tahun lalu membuktikan bahwa sepakbola tidak seperti olahraga lainnya tetapi juga sebagai sarana perekat bangsa.

Taufan yang juga Ketua Umum Gerakan Pemuda Sehat ini menambahkan, pengembangan talenta-talenta muda Indonesia di bidang sepakbola akan terhambat jika FIFA mengambil tindakan tegas buntut dari polemik PSSI. Jika itu terjadi maka bisa dipastikan masa depan persepakbolaan Indonesia bakal semakin suram.

Sejatinya, kata Taufan lagi, para pengurus PSSI seharusnya bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anak muda Indonesia. Pasalnya, saat ini kaum muda sedang berada dalam krisis keteladanan.

"Tokoh-tokoh teladan di kalangan anak muda sangat sedikit. Seharusnya pengurus PSSI jangan memberi contoh yang buruk karena sepakbola merupakan bagian dari kehidupan anak-anak muda," jelasnya.

Taufan mendesak pemerintah segera mengintervensi PSSI supaya masa depan persepakbolaan nasional tidak terpuruk.

"Kalau pemerintah tidak intervensi lalu FIFA menjatuhkan sanksi, maka habislah persepakbolaan nasional. Dampaknya, anak-anak muda akan kehilangan semangat terhadap olahraga yang mereka cintai," katanya.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011