Magelang (ANTARA News) - Dandanan tokoh pewayangan, punokawan meramaikan pesta pernikahan pasangan Andy Bachtiar dengan Mei Lia Susanti di Desa Wonolelo RT02/RW 09, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis.

Acara "ngunduh mantu" keluarga Abdul Syukur itu agak berbeda dengan pesta pernikahan yang selama ini ada di daerah tersebut, baik dekorasi tempat perjamuan maupun dandanan para "sinoman"(penyaji makanan) cukup unik.

Pesta pernikahan yang digelar di halaman rumah Abdul Syukur tersebut hanya sedikit menggunakan hiasan dari janur, tetapi lebih banyak menggunakan jerami, termasuk untuk dekorasi panggung temanten terdapat "gebyok jerami" yang sangat menarik.

Umbul-umbul atau penjor yang biasanya terbuat dari janur atau kain, kali ini juga terbuat dari untaian jerami. Tempat pelaminan yang biasanya dari kursi ukir dengan alas busa, kali ini tempat pelaminan dari kursi bambu, termasuk tempat duduk bagi kedua orang tua pasangan pengantin.

Saat pasangan pengantin datang dari rumah istri, mereka diiringi para tokoh punokawan dan prajurit yang membawa tombak menuju tempat pelaminan.

Para punokawan juga menyambut kedatangan para tamu sambil berjoget mengikuti irama gamelan.

Pelaku tokoh punokawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) tersebut dari Sanggar Wonoseni pimpinan Ipang.

Ipang mengatakan, pesta perkawinan yang cukup unik ini bertujuan untuk melestarikan budaya Jawa.

Tokoh punokawan untuk melestarikan budaya wayang, karena generasi muda sekarang banyak yang tidak mengenal wayang.

Selain itu, katanya, tokoh punokawan dengan sesepuh Semar sebagai "pamomong", diharapkan pasangan pengantin dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dapatsaling "ngemong"

Seorang tamu, Sudarno, mengatakan sangat terkesan dengan pesta penikahan yang dikemas secara unik tersebut.

"Acara ini sangat unik dan belum pernah saya temukan di Magelang ini," katanya.(*)

(U.H018/A035)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011