Ekspor komponen rumah jadi mempunyai peluang yang cukup cerah, karena setiap bulannya ada saja pengiriman ke luar negeri.
Denpasar (ANTARA News) - Bali mengekspor komponen rumah jadi sebanyak 195 unit mampu meraup devisa sebesar 713.195 dolar AS selama bulan April 2011, naik 97,14 persen dibanding bulan sebelumnya seharga 381.753 dolar AS atas pengapalan 109 unit.

"Rumah khas Bali yang terbuat dari kayu mulai disenangi masyarakat internasional, karena mencerminkan nilai artistik dan praktis," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, sejumlah perusahaan khusus memproduksi rumah jadi yang dipajangkan di pinggiran jalan cukup diminati wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Pulau Dewata.

"Setelah melihat rumah dengan arsitektur tradisional Bali. pelancong tertarik membeli dan setelah melakukan transaksi matadagangan tersebut dikirim ke negaranya," tutur Ketut Teneng.

Konsumen yang membeli rumah jadi tersebut tidak perlu repot untuk memasangkan, karena merakit kembali setelah sampai di negara asalnya dapat dilakukan dengan mudah.

"Ekspor komponen rumah jadi mempunyai peluang yang cukup cerah, karena setiap bulannya ada saja pengiriman ke luar negeri," tutur Ketut Teneng.

Selama empat bulan periode Januari-April 2011 Bali mengekspor komponen rumah jadi sebanyak 372 unit mampu meraup devisa sebesar 1,22 juta dolar AS.

Kondisi tersebut meningkat 62,44 pesen, karena periode yang sama tahun sebelumnya mampu menghasilkan 752.492 dolar AS atas pengapalan 7.859 unit.

Ketut Teneng menambahkan, komponen rumah jadi merupakan salah satu dari sembilan jenis hasil industri kecil yang menembus pasaran luar negeri, memberikan kontribusi sebesar 0,75 persen dari total ekspor Bali seluruhnya mencapai 168,13 juta dolar AS.

Hasil industri lainnya yang menembus pasaran ekspor selain komponen rumah jadi juga sepetu, tas, tekstil dan produk tekstik, tutur Ketut Teneng.

(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2011