Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar tidak menjadi sarang "penyamun".

Presiden di sela-sela dialog melalui video conference dengan peserta Pekan Nasional (Penas) XIII Petani Nelayan 2011 di Istana Negara, Jakarta, Rabu mengimbau, Bulog tidak lagi terbelit berbagai kasus korupsi seperti yang terjadi pada masa lalu.

Sebaliknya, ia mengimbau Bulog agar tetap cekatan dan bersih dalam menangani segala jenis komoditas pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bulog Sutarto Ali Moesa mengatakan, selama 1,5 tahun menjabat, ia telah banyak melakukan pemberhentian dan penggantian pejabat.

"Itu yang saya lakukan selama menjabat 1,5 tahun. Kesalahan mulai dari kepala gudang sudah diberhentikan, tingkat kasir, lalu kepala sub divisi," tuturnya.

Kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh pegawai Bulog yang bermasalah, menurut dia, adalah berbohong tentang jumlah persediaan beras dan pemalsuan dokumen.

Kasus terbaru pemberhentian pegawai Bulog, menurut Sutarto, terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.(*)

(T.D013*P008/M026)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011