Jakarta (ANTARA News) - Pertandingan sepak bola hiburan antara "International All-Star" dan "Dream Team Indonesia" dalam laga eksibisi "Starbol" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu petang, lebih banyak diliput oleh kalangan wartawan infotainment.

Sesuai perkiraan yang disampaikan salah seorang panitia penyelenggara, Viola, perbandingan antara wartawan olahraga dan wartawan infotainment adalah 60:40.

"Saya perkirakan masih wartawan sport (olahraga) yang lebih banyak dibanding wartawan infotainment. Perbandingannya berkisar 60:40," ujarnya.

Namun sesuai data sementara yang diperoleh dari bagian kartu identitas masuk (ID Card), diperoleh gambaran jumlah wartawan infotainment justru jauh lebih banyak dengan perbandingan 70:30 dari lebih seratus wartawan peliput yang terdaftar menjelang pertandingan.

Sementara dari sisi jumlah penonton, stadion SUGBK yang berkapasitas 88 ribu penonton hanya terisi sekitar dua ribuan orang yang mengisi bangku-bangku di tribun barat dan timur.

Hal ini lebih disebabkan harga tiket masuk yang dinilai calon penonton terlalu mahal, dimana harga termurah adalah Rp50 ribu dan termahal (VVIP) seharga Rp500 ribu.

"Harga tiket terlalu mahal Pak. Kita juga kesulitan menjual," ujar Darno, salah seorang calo tiket.

Sementara dalam pertandingan Starbol yang dipimpin wasit Fiator Ambarita, pada babak pertama gawang Dream Team Indonesia yang dikawal kiper Arema FC, Kurnia Meiga sudah kebobolan dua gol oleh striker Emmanuel De Porras (menit 5) dan pemain Persijap Jepara, Alberto Goncalves (menit 23).

Pada laga babak pertama tim Dream Team Indonesia menurunkan Kurnia Meiga (kiper), M. Roby, Charis Yulianto, Ismed Sofyan, Isnan Ali, Ahmad Bustomi, Bima Sakti (kapten), Andik Virmansyah, Octavianus Maniani, Firman Utina, Kurniawan Dwi Yulianto.

International All-Star: Aleks (kiper), Giovanni van Bronckhorst (kapten), Erick Bayemi, Fabiano Beltrame, Greg Nwokolo, Abanda Herman, Otavio Dutra, Amaral, Alberto Goncalves, Emmanuel de Porras, Baihakki Kaizan.(*)

(ANT-132/T009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011