Paris (ANTARA News/Reuters) - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Kamis mengatakan ia akan mengikuti langkah Amerika Serikat untuk mulai menarik pasukannya secara bertahap dari Afghanistan, satu gerakan yang diduga untuk meningkatkan citra dirinya sebelum kampanye pemilu 2012.

Sarkozy mengatakan, pasukan yang dikirim untuk penguatan bantuan akan mulai ditarik dalam kerangka waktu yang sama dengan penarikan pasukan AS.

Presiden Barack Obama mengatakan pada Rabu bahwa AS merencanakan untuk menarik 33.000 tentaranya keluar dari Afghanistan pada musim panas mendatang.

"Mengingat kemajuan yang telah kita lihat (di Afghanistan), Prancis akan memulai penarikan bertahap pasukan penguatan yang dikirim ke Afghanistan, secara proporsional dan dalam kalender sebanding dengan penarikan bala bantuan Amerika," kata pernyataan yang dikeluarkan kantor Sarkozy setelah dia melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Obama.

Prancis, yang memiliki sekitar 4.000 tentara di Afghanistan dan melihat 62 tentaranya tewas, mengatakan akan mulai menarik tentaranya dan menyerahkan pengawasan keamanan daerah yang ditinggalkan di bawah kontrol militer Afghanistan pada 2011.

Obama mengatakan ia akan menarik 10.000 tentaranya dari Afghanistan pada akhir tahun ini, diikuti oleh sekitar 23.000 lainnya pada musim panas berikutnya dan menarikan pasukan yang tersisa setelah keadaan di Afghanistan stabil.

Keputusan Sarkozy dapat menjadi dorongan lain untuk kampanye pemilihan presiden pada 2012.

Dia merayap kembali secara perlahan dalam jajak pendapat, meskipun ia tetap menjadi salah satu presiden Prancis yang paling populer di dalam sejarah.

Pasukan Prancis telah terlibat dalam pasukan AS dan pasukan asing yang dipimpin NATO untuk melakukan operasi di Afghanistan sejak 2001 dan kemudian berkembang frustrasi di kalangan politik karena operasi tersebut semakin lama.

Hampir 10 tahun setelah pemerintahan Taliban digulingkan, pasukan asing telah mampu menghadapi pukulan-pukulan yang menentukan terhadap kebangkitan kembali kelompok gerilyawan Islam.

Tetapi pemerintah Afghanistan tetap lemah dan korup, dan kucuran miliaran dolar dari upaya bantuan luar negeri telah menghasilkan hasil yang sedikit.

Menteri Luar Negeri Alain Juppe menyebutkan misi itu sebagai "perangkap" dan pada Mei lalu dia mengatakan, Paris sedang mempertimbangkan untuk menarik pasukan lebih maju dari 2014, tenggat waktu resmi yang ditetapkan NATO.

"Dalam konsultasi dengan pemerintah, presiden menegaskan bahwa Prancis tetap berkomitmen penuh dengan sekutunya bersama orang-orang Afghanistan untuk membawa negara tersebut sampai ke proses transisi," kata pernyataan Sarkozy.

Namun pernyataan itu tidak menjelaskan berapa banyak tentara Prancis yang pertama-tama akan ditarik.(*)

(Uu.H-AK/B002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011