BKN PDI Perjuangan usulkan Formula E tonjolkan budaya Betawi

BKN PDI Perjuangan usulkan Formula E tonjolkan budaya Betawi

Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan DKI Jakarta, Shalimar Anwar Sani saat ditemui awak media di Jakarta, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi.

Jangan sampai kita sibuk menggapai level internasional tapi melupakan keluhuran budaya kita sendiri
Jakarta (ANTARA) - Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan DKI Jakarta mengusulkan perhelatan balap mobil listrik Formula E lebih menonjolkan berbagai kebudayaan Betawi.

"Hal ini dikarenakan tuan rumah acara ini adalah DKI Jakarta," kata Kepala BKN PDI Perjuangan DKI Jakarta, Shalimar Anwar Sani melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Shalimar mengatakan, FIA World Motor Sport Council yang berlokasi di Paris telah menetapkan Kota Jakarta sebagai tuan rumah gelaran Formula E sekaligus meratifikasi kalender balapan musim kedelapan 2021/2022.

Shalimar mengharapkan panitia penyelenggara menghadirkan berbagai budaya Betawi yang tidak hanya menampilkan perhelatan maupun ornamen, namun menyajikan kuliner, pakaian khas, musik dan pertunjukan adat Betawi.

Baca juga: Sirkuit Formula E ditargetkan mulai dibangun awal Februari 2022
Baca juga: Tak cuma balap, JIEC Ancol juga hadirkan pameran otomotif dan hiburan


Secara universal, Shalimar menegaskan, kebudayaan tidak hanya bicara kesenian, namun lebih dalam tentang peradaban mengandung nilai filosofis, historis dan kultur yang diturunkan leluhur kepada sebagai generasi penerus.

"Maka menjadi penting untuk tetap menjalankan budaya dan adat itu sendiri, termasuk budaya Betawi pada saat perhelatan Formula E di DKI Jakarta dengan melibatkan seniman maupun UMKM Betawi," ungkap Shalimar.

Shalimar juga menekankan identitas bangsa terlihat dari kebudayaan sehingga tepat jika gelaran Formula E mengangkat budaya Betawi sebagai bentuk apresiasi kepada leluhur yang memberikan identitas Bangsa Indonesia.

“Jangan sampai kita sibuk menggapai level internasional tapi melupakan keluhuran budaya kita sendiri," katanya.

Yang terpenting, kata Shalimar, jangan sampai dengan alokasi anggaran yang tidak sedikit, tidak memberikan efek peningkatan ekonomi untuk warga DKI Jakarta.
Baca juga: JIEC Ancol tiga bulan rampung karena sudah dicicil sejak 2019
Baca juga: Mantan pembalap: Sirkuit Jakarta International E-Prix Ancol terbaik

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar