Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp1,4 triliun untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebagai bagian dari program pemberdayaan dan pengurangan pengangguran di daerah basis pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui seusai rapat koordinasi di Jakarta, Senin mengatakan dana sebesar Rp1,4 triliun tersebut berasal dari program penghematan Kementerian Lembaga yang hingga kini telah mencapai Rp15,1 triliun.

"Dengan melakukan relokasi untuk PNPM sebesar Rp1,4 triliun, kita tambahkan dari masing-masing Kementerian yang sudah melakukan program PNPM ," ujar Hatta.

Ia mengharapkan akan ada sekitar 1,96 juta orang yang menerima manfaat program ini yang terindentifikasi berasal dari 38 kabupaten kota yang selama ini merupakan kantong-kantong pengiriman TKI ke Arab Saudi.

"Kita akan fokus untuk membangun atau menciptakan program-program di daerah tersebut mulai dari pemikiran, mengkoordinasikan antara Kementerian Pendidikan Nasional dan seluruh Kementerian bersinergi dalam program pelatihan tersebut," ujarnya.

Menurut Hatta, yang diharapkan menjadi penerima program ini adalah kelompok sasaran perempuan usia produktif dan juga kelompok sasaran berdasarkan regional dimana kabupaten kota tersebut adalah sumber pengiriman TKI yang mengalami moratorium.

Hatta menjelaskan pemerintah membuat program ini sebagai salah satu persiapan dalam menghadapi dampak moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi pada Agustus 2011 mendatang.

"Ini adalah program yang kita persiapkan dalam mengatasi masalah moratorium yang harus kita tanggap dan harus cepat merespon untuk mengatasi hal ini," katanya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengharapkan program ini dapat memberikan peluang usaha bagi para calon TKI serta menjadi tambahan insentif bagi jenis sektor kewirausahaan.

Ia menjelaskan dana tersebut akan mengalir dan disalurkan melalui PNPM dari masing-masing Kementerian Lembaga.

"Jadi semua kementerian itu diminta penghematan anggaran untuk diberikan program pemberdayaan dan pengurangan pengangguran di daerah berbasis TKI," ujarnya.

Muhaimin mengharapkan program ini dapat menyediakan lapangan kerja bagi 2,5 juta orang dalam setahun sebagai kompensasi TKI yang tidak jadi dikirimkan ke Arab Saudi sebanyak 15-20 ribu per bulan.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011