Biak (ANTARA News) - Sedikitnya 48 guru SD hingga SMA/SMK di provinsi Papua telah dilatih serta disiapkan sebagai tenaga master of trainer pendidikan pencegahan HIV/AIDS di sekolah.

Program HIV/AIDS Unicef Papua, Mery Weyai dihubungi di Biak,Rabu,mengatakan, sebelum ditugaskan sebagai master trainer pencegahan HIV/AIDS 48 guru dari empat kabupaten, yakni kabupaten Biak Numfor, Mimika, Jayawijaya dan Jayaputa sudah mengikuti pelatihan TOT dilakukan Unicef perwakilan perwakilan Papua dengan dinas pendidikan.

"Melalui dukungan guru TOT pencegahan HIV/AIDS bisa diajarkan kepada guru lain di berbagai jenjang pendidikan," ungkap Mery Weyai menanggapi peran guru dalam pencegahan HIV/AIDS di sekolah.

Untuk guru TOT pencegahan HIV/AIDS,menurut Mery, telah melakukan sosialisasi tentang program kecakapan hidup (life school education) bagi siswa di sekolah maupun para guru lain di setiap sekolah lewat pelatihan di lokasi tertentu.

.Mery mengharapkan, berbagai pihak berkewajiban mencegah penularan HIV/AIDS melaluo penyebarluasan informasi ancaman penyakit menular serta cara mencegah penyakit berbahaya yang kini belum ada obatnya.

"Keterlibatan serta kepedulian berbagai elemen masyarakat akan ancaman bahaya penyakit menular HIV/AIDS harus ditingkatkan, ya bahaya penyakit menular ini bisa mengancam siapa saja,"imbuh Mery.

Mery mengimbau, dinas pendidikan kabupaten/kota di provinsi Papua dapat memasukan program pencegahan HIV/AIDS di sekolah-sekolah sehingga siswa dapat memahami serta mengerti tentang pencegahan HIV/AIDS.

(M039/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011