Jakarta (ANTARA News) - Mata uang rupiah Rabu pagi terhadap dolar AS kembali bergerak menguat kendati tipis hanya sebesar tujuh poin dipicu oleh pelaku pasar yang kembali aktif melakukan aksi beli.

Nilai tukar rupiah Rabu pagi terhadap dolar AS di pasar spot antarbank di Jakarta naik tipis tujuh poin menjadi Rp8.555 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya senilai Rp8.562.

"Setelah mengalami tekanan pada perdagangan kemarin, secara teknikal rupiah akan kembali menguat, hal ini pergerakkan yang wajar," kata pengamat pasar uang David Sumual, di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mempunyai peluang menguat kendati terbatas pada semester II 2011 sejalan dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing.

"Peluang penguatan rupiah masih ada pada semester kedua tahun ini dibanding semester pertama 2011," ujar dia.

Ia mengatakan, dengan kembalinya mata uang nasional berada dalam area positif menunjukkan fundamental ekonomi dalam negeri yang positif kendati dibayangi sentimen negatif dari krisis yang terjadi di Eropa.

Meski demikian, kata dia, jika krisis ekonomi di Eropa terus berlanjut dapat memicu kekawatiran pelaku pasar sehingga akan berdampak negatif pada pasar Asia.

"Jika krisis Eropa berlanjut maka akan memicu pelaku pasar kawatir sehingga akan membuat pelaku pasar memilih memindahkan mata uangnya dalam bentuk dolar AS untuk menjaga nilai asetnya, hal itu akan dapat menekan kembali mata uang dalam negeri," kata dia.

Ia menambahkan, posisi BI rate yang tetap di posisi 6,75 persen dianggap positif oleh pelaku pasar menandakan inflasi di Indonesia masih terjaga.

"BI rate masih ditahan di 6,75 persen, sejalan dengan ekspektasi kalangan analis, ekspektasi inflasi memang menguat tetapi masih dalam batas aman," kata dia.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011